Rabu, 13 Desember 2017

Bentrok dengan Militer Israel, 97 Warga Palestina Cedera

Ist.
Beritabatavia.com - GARA-Gara pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibukota Israel secara sepihak. Aksi unjuk rasa di Jalur Gaza belum reda.

Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan menginformasikan, sejumlah aksi unjuk rasa digelar warga di Gaza dekat wilayah perbatasan pecah. Terjadi bentrokan para pengunjuk rasa dengan militer Israel. "Kekuatan tak berimbang antara militer Israel dan para pengunjuk rasa berujung jatuhnya puluhan korban luka dari pihak Palestina," kata Aldilla, Rabu (13/12/2017)
 
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat 97 warga Palestina terluka sejak Senin (11/12) pagi hingga malam. Sebanyak 60 orang di antaranya menderita sesak napas akibat menghirup gas air mata. Para korban langsung mendapatkan perawatan di lokasi terjadinya bentrokan. "Sementara, 37 orang di antaranya harus dilarikan ke Rumah Sakit karena tertembak peluru tajam militer Israel," ujarnya.
 
Dengan demikian jumlah korban luka dari pihak Palestina sejak meletusnya berbagai aksi unjuk rasa bertambah menjadi 1.795 orang. Seperti dikabarkan oleh bulan sabit merah Palestina.
 
Di tempat terpisah, Seorang remaja Palestina yang ditangkap oleh pasukan Israel pekan lalu, disidangkan dalam pengadilan militer. Saat digiring menuju pengadilan, nampak pengawalan ekstra ketat dengan senjata berat. Bahkan mata pemuda itu ditutup sepanjang jalan.

Fawzi Muhammad Al-Junaeidi menyita perhatian dunia ketika ditangkap dan dikelilingi oleh 23 prajurit Israel pekan lalu. Saat itu, remaja berusia 16 tahun tersebut turut serta dalam protes menentang keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
 
Remaja asal Hebron, Tepi Barat itu diikat tangannya dan mata ditutup. Kemudian dia dibawa oleh 23 prajurit itu untuk ditahan. "Remaja itu dihadirkan dalam pengadilan militer Israel, pada Selasa 12 Desember," sebut Middle East Monitor, Rabu (13/12/2017).
 
Kelompok pemerhati HAM dunia mendesak Israel membebaskan Al-Juneidi. Merekan menilai prajurit Israel telah melakukan pelanggaran. Al-Juneidi merupakan salah satu dari ribuan warga Palestina yang mengikuti protes serupa di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur. Ratusan orang terluka dalam kejadian ini, sementara empat orang warga Palestina lainnya tewas akibat serangan pihak Israel.
 
Foto Al-Juneidi yang ditangkap meluas di sosial media. Penangkapan itu dianggap sebagai simbol perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel. 0 REU



Berita Lainnya
Senin, 31 Desember 2018
Jumat, 28 Desember 2018
Rabu, 26 Desember 2018
Senin, 17 Desember 2018
Sabtu, 15 Desember 2018
Jumat, 14 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018
Jumat, 07 Desember 2018
Kamis, 06 Desember 2018
Selasa, 04 Desember 2018
Kamis, 29 November 2018
Rabu, 28 November 2018