Jumat, 23 Maret 2018

OJK: Banyak Bank di Indonesia Jadi Korban Skimming

Ist.
Beritabatavia.com -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) prihatin banyak bank di Indonesia, termasuk bank plmat merah yakni Bank Mandiri dan BRI menjadi korban kejahatan skimming atau penggandaan data  "Jumlah banknya banyak, kami tidak bisa menyebut bank mana saja, tunggu saja. Saya rasa banyak jumlahnya," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan resminya, Jumat (23/3/2018).

Dihimbau kepada pelaku perbankan untuk mempercepat migrasi kartu dari magnetic stripe ke teknologi chip. Wimboh yakin kartu berteknologi chip ini akan mampu mengatasi risiko skimming yang terjadi belakangan ini.

"Khusus skimming kami imbau bank-bank untuk mempercepat migrasi kartunya dengan kartu chip karena kartu chip bisa mengatasi risiko skimming. Yang skimming itu adalah kartu-kartu yang tidak ada chip-nya. Meskipun batas waktu bank mengganti dengan chip masih lama, tapi semua bank kami imbau untuk mempercepat itu," jelas Wimboh.

Padahal Bank Indonesia (BI) mewajibkan seluruh perbankan dan penerbit kartu untuk mengimplementasikan standar nasional teknologi chip dan PIN online 6 digit pada transaksi kartu ATM/Debit dan itu paling lambat 31 Desember 2021. Sementara itu, implementasi PIN online 6 digit pada kartu ATM/Debit yang menggunakan teknologi magnetic stripe paling lambat 30 Juni 2017.

BI mengatur pada 1 Januari 2019, paling tidak sebanyak 30% dari total kartu ATM sudah harus diganti dengan teknologi chip. Sampai dengan setahun setelahnya atau‎ 1 Januari 2020 harus meningkat menjadi 50% dan naik menjadi 80% pada 1 Januari 2021, dan selesai keseluruhan pada 1 Januari 2022 serta dimulai pemberlakukan aturan.

Jadwal dan kewajiban migrasi kartu dari magnetic stripe ke teknologi chip tertuang dalam SE BI No. 17/51/DKSP tanggal 30 Desember 2015 perihal Perubahan Ketiga atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP tanggal 13 April 2009 perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu dan SE BI No.17/52/DKSP tanggal 30 Desember 2015 perihal Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online 6 Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet yang Diterbitkan di Indonesia.

Di tempat terpisah, Kepala OJK 6 Sulampua Zulmi mengimbau kepada masyarakat atau nasabah mengganti PIN (Personal Identification Number) secara rutin untuk menghindari pembobolan dana nasabah dengan tindakan "skimming" di ATM. Selain mengganti nomor PIN secara rutin, masyarakat juga patut lebih waspada dan cerdas dengan memilih ATM yang berada dalam pengawasan atau dijaga pihak keamanan.

Pihak perbankan memang tidak sedikit yang menugaskan tim keamanan atau security untuk menjaga ATM dari hal-hal yang tidak diinginkan. ATM dengan kondisi seperti inilah yang bisa dipilih sebagai tempat melakukan transaksi keuangan. "Jadi harus memilih ATM yang dalam pengawasan seperti di pusat perbelanjaa ataupun beberapa ATM yang dijaga khusus oleh sekurity," ujarnya.

Masyarakat atau nasabah juga diimbau agar jangan gampang percaya dengan pihak yang meminta data-data pribadi dengan mengatasnamakan perbankan. Jika memang petugas resmi dari pihak bank, maka tentu akan melakukan persuratan secara resmi dan tidak melalui telepon.

Diingatkan, kepada para nasabah agar tidak meminta bantuan dari orang lain saat ingin melakukan transaksi di ATM. Sebab begitu berpotensi mengetahui nomor pin yang menjadi rahasia pribadi nasabah. "Jadi intinya harus lebih waspada agar tindakan skimming tidak terjadi pada kita. Untuk saat ini memang belum ada di wilayah keja kami kejadian itu namun tentu harus diwaspadai dan diantisipasi," sarannya. 0 DAY



Berita Terpopuler
Jumat, 11 Januari 2019
Berita Lainnya
Minggu, 30 Desember 2018
Jumat, 28 Desember 2018
Selasa, 25 Desember 2018
Senin, 24 Desember 2018
Senin, 24 Desember 2018
Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Senin, 17 Desember 2018
Minggu, 16 Desember 2018
Sabtu, 15 Desember 2018
Jumat, 14 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018