Minggu, 15 April 2018

Langit Suriah Dihijani Rusal Sekutu AS

Langit Suriah Dihijani Rusal Sekutu AS

Beritabatavia.com - Berita tentang Langit Suriah Dihijani Rusal Sekutu AS

Saat langit Damaskus dihujani rudal yang diluncurkan Amerika Serikat dan sekutunya pada Sabtu dini hari, syok melanda ibu kota Suriah itu. Mendengar ...

Ist.
Beritabatavia.com - Saat langit Damaskus dihujani rudal yang diluncurkan Amerika Serikat dan sekutunya pada Sabtu dini hari, syok melanda ibu kota Suriah itu. Mendengar sejumlah ledakan dan menyaksikan sistem pertahanan udara Suriah ditembakkan, banyak orang menduga intervensi besar-besaran yang dipimpin Negeri Paman Sam tengah berlangsung.

"Ini bukan pertempuran biasa yang terjadi pada malam hari di Damaskus. Ini sesuatu yang jauh lebih besar," ujar seorang wartawan kelahiran Suriah, Danny Makki dari rumahnya di Damaskus, seperti Liputan6.com kutip dari CNN, Minggu (15/4/2018).

Usai serangan, langit cerah dan fajar kembali merekah. Sebagian berpendapat, Amerika Serikat dan sekutunya "menyalak", namun gigitannya dirasa kurang.

Militer Suriah mengklaim, Amerika Serikat bersama dengan Inggris dan Prancis menembakkan sekitar 110 rudal, namun yang mencapai target hanya sedikit. Pihak Suriah mengaku bahwa "sistem pertahanannya dihadapkan dengan kompetensi tinggi, agresi rudal dan menembak jatuh sebagian besar dari mereka".

Pentagon membantah klaim Suriah tersebut. Mereka menegaskan bahwa serangan "berhasil memukul setiap sasaran".

Gambar yang diposting di berbagai akun media sosial pro-Assad menunjukkan, para tentara Suriah berdiri di samping apa yang mereka klaim sebagai sisa rudal jelajah Amerika Serikat. Hal ini membuat banyak orang meyakini bahwa serangan udara tersebut tidak melemahkan rezim Bashar al-Assad.

Klaim bahwa rudal-rudal Amerika Serikat dan sekutunya berhasil dihancurkan juga datang dari Rusia, sekutu utama rezim Assad. Pejabat Rusia, Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi mengatakan, senjata-senjata Suriah yang merupakan buatan negaranya telah menangkis serangan Amerika Serikat dan sekutunya.

Sementara itu, di tengah hiruk pikuk serangan rudal, Presiden Assad tetap "bertugas seperti biasa". Video yang diposting di laman Twitter Kepresidenan Suriah menunjukkan, Assad berjalan santai menyusuri lorong yang diduga kuat adalah ruang kerjanya di istana kepresidenan. Tak lupa, ia menenteng tas kerja.

Pernyataan yang dinilai menantang pun dirilis Assad, "Agresi ini hanya akan meningkatkan tekad Suriah dan rakyatnya, untuk terus berjuang dan menghancurkan terorisme di setiap inci wilayah kami". sambungnya. 0 CNN

 
Berita Lainnya
Selasa, 29 Januari 2019
Senin, 28 Januari 2019
Minggu, 27 Januari 2019
Kamis, 24 Januari 2019
Selasa, 22 Januari 2019
Senin, 21 Januari 2019
Minggu, 20 Januari 2019
Sabtu, 19 Januari 2019
Kamis, 17 Januari 2019
Rabu, 16 Januari 2019
Selasa, 15 Januari 2019
Minggu, 13 Januari 2019