Beritabatavia.com -
Dua pekan lagi memasuki tahun baru 2012, sejumlah pengrajin rumah tangga atau home industri pembuatan terompet di lingkungan RW 04 dan 05, Kel. Jurang Mangu Barat, Kec. Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai sibuk mempersiapkan barang atau bahan pembuatan terompet.
Di dua lingkungan tersebut hampir sekitar 100 orang warga yang mencari rezeki walaupun sifatnya hanya sambilan satu tahun sekali. Namun, sebagain besar mereka sangat menekuni kerajinan tangan yang dapat dikatakan sebagai home industri kagetan dalam setiap tahun sekali.
Berjualan dan membuat terompet ini merupakan usaha sambilan. Pasalnya, hanya setahun sekali khususnya menjelang Natal dan tahun baru, kata Wawan, pengrajin terompet di lingkungan RW 04, Kel. Jurang Mangu, Jumat (16/12).
Menurut dia, kebanyakan terompet yang disukai berbentuk ular naga, ikan, alat musik saxophone, terompet dan lainnya. Bahkan, tak hanya itu belakangan malah bukan bentuk yang dicari masyarakat tapi bunyi suara yang keras.
Terompet itu yang banyak diminati masyarakat terutama anak kecil, tuturnya.
Modal untuk membuat terompet sekitar Rp 3.500,-/buah tapi saat dijual bisa mencapai Rp 5000 hingga Rp 7000/buah. Bahkan saat menjelang Natal tapi mendekati tahun baru bisa naik dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Masalah yang paling mendasar bagi pedagang atau penjualan terompet saat Natal dan malam tahun baru adalah hujan. Jika hujan tentunya penjualan bakal turun dan penghasilan bakal berkurang. O brn