Beritabatavia.com -
Ratusan pendemo dari Jaringan Kerja Rakyat (Jangkar) dan Badan Pekerja Advokasi Buruh PT. Sido Bangun Plastic Factory, pabrik plastik menyerbu Kantor Pusat Bank BRI di Wisma BRI Pusat Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa, (20/12).
Mereka memprotes management Bank BRI yang ikut mancaplok perusahaan itu dengan cara membailitkan, dan menjual ke investor lain.
Kita meminta Dirut BRI yang bernama Sofyan Baasyir agar segera menyetop dan menghentikan pem-pailitan kepada PT Sido Bangun yang sebenarnya PT Sido Bangun sudah lama bermitra dengan BRI, Kata Koordinator Aksi, Agus H Darmawan.
Menurutnya, tanpa menafikan berbagai kendala yang ada, pihaknya menuntut agar proses penyelesaian pailit ini ditangguhkan dan dicarikan penyelesaian yang lebih arif dan bijaksana sehingga hak pekerjaan 3.000 buruh tetap dapat terjamin.
Proses pailit yang dilakukan oleh BRI ketika perusahaan akan kembali berproduksi normal setelah mendapatkan proses restrukturisasi financial merupakan hal yang tidak wajar dan penuh intrik serta interest yang hanya mementingkan keuntungan pribadi Pimpinan BRI, jelasnya.
Agus mencurigai ada skenario yang dimainkan oleh BRI dalam upaya menjual perusahaan ini kepada oknum tertentu setelah dipailitkan. Makanya kami akan melaporkan adanya tindak pidana dan korupsi di lingkungan Bank BRI kepada KPK dan Polisi dalam waktu secepat-cepatnya, tegas Agus.
Karenanya, pihaknya melaporkan adanya tindak pidana dan korupsi di lingkungan BRI kepada KPK dan kepolisian dalam waktu secepatnya. Harus diingat, BRI adalah bank rakyat, perusahaan negara BUMN, yang berarti terdapat hak publik disana, bukan perusahaan pribadi pejabat BRI semata, tegasnya.
Dalam rangka memperkuat advokasi, pihaknya juga akan menunjukan kepada publik mengenai kebenaran yang sesungguhnya.
Baik melalui dialog nasional, silaturahmi kepada tokoh-tokoh nasional, pelaporan kepada pihak Eksekutif, Legislatif dan serangkaian aksi yang akan dikembangkan ke seluruh Indonesia bersama dengan jaringan yang ada. sambungnya. o eee