Beritabatavia.com -
Puluhan penumpang pesawat Garuda Indonesia mengamuk di Kantor Garuda Indonesia yang berada tidak jauh dari terminal keberangkatan Bandara Sepinggan, Balikpapan.
Para penumpang tersebut tersulut emosi lantaran penerbangan dengan rute Balikpapan-Jakarta seharusnya berangkat pada pukul 06.55 WITA ditunda hingga pukul 23.45 WIB.
Kami minta kepastian, kapan kami diberangkatkan! tegas seorang penumpang dengan penuh emosi, Jumat (23/12)
Penumpang lain yang juga merasa dirugikan menyampaikan keluhan dan caci maki, beruntung petugas Garuda tidak menanggapi teriakan penumpang yang sudah terlanjur emosi.
Kami mohon bersabar, kami sedang mengupayakan jalan keluar, kata seorang pegawai Garuda.
Seorang penumpang, Yusuf Fransisco menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja Garuda. Kami sangat dirugikan, waktu kami habiskan hanya untuk menunggu tanpa kepastian, ujarnya.
Meski pihak Garuda memberikan fasilitas makan siang gratis di ruang eksekutif launge dan hotel untuk menginap, namun tawaran itu masih mendapat penolakan dari para penumpang.
Mereka menawarkan makan siang gratis dan menginap di hotel, tapi bukan itu yang kami harapkan, kami sudah menunggu selama berjam-jam, kata Yusuf.
Pihak Garuda saat dimintai konfirmasi enggan menanggapi pertanyaan para wartawan. Nanti saja, kita masih sibuk mengurusi penumpang, kata karyawan Garuda berkilah.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian penumpang yang menerima tawaran Garuda menuju ke hotel yang disediakan, namun penumpang mengaku tidak tahu di hotel mana mereka diinapkan.
Sementara para penumpang lain yang menolak opsi yang diberikan Garuda memilih bertahan di terminal keberangkatan.
Mereka sempat mengancam akan memboikot penerbangan Garuda. Tadi kami sempat mau menutup pintu keberangkatan tapi dihalangi petugas, padahal kami ini yang jadi korban, kata seorang perempuan yang juga calon penumpang pesawat tersebut.
Menurut kabar yang beredar di kalangan penumpang, keberangkatan ditunda karena pesawat mengalami kerusakan.
Mereka juga tidak memberi penjelasan yang rusak apanya, pokoknya mereka kurang informatif dan solusi yang ditawarkan juga tidak menguntungkan kami. Kalau kami yang terlambat, tiket langsung hangus atau kena denda, tapi kalau Garuda yang terlambat, kami dirugikan, kata Yusuf menimpali seperti dikutip Tribun Kaltim. o ep