Ist.
Berbagai tindakan anarkis yang dilakukan sekelompok
Di mata Ketua Masykarakat Peduli Penegakan Hukum
(MPPH) Edison Siahaan, gejolak ini tidak terlepas dari jebloknya kinerja
intelijen Polri. Menurut dia, peristiwa-peristiwa yang melibatkan
Merujuk pada kerusuhan di Durikosambi, Cengkareng,
Jakarta Barat, kata
Dua jam kemudian, atau tepatnya pukul 19.00,
pengemudi Honda Jazz tadi kembali mendatangi lokasi bersama 10 orang rekannya.
Mereka lalu terlibat bentrok hingga seorang dari mereka tewas terkena celurit.
Belakangan diketahui, identitas korban bernama Endid Mawardi, Ketua Forum
Komunikasi Anak Betawi (Forkabi).
Setelah insiden ini, tidak terlihat adanya upaya
pihak kepolisian untuk mencegah terjadi penyerangan susulan. Padahal, informasi
ini sudah menyebar, hingga warga yang tinggal di lokasi memilih meninggalkan
tempat tinggal mereka. Informasi ini pun terbukti. Sekitar pukul 21.00,
sekelompok
"Seharusnya intelijen Polri sudah lebih dini
mendeteksi adanya gelagat pengerahan
Jika informsai yang dilaporkan kepada pimpinan sampai
dalam waktu yang cepat, pimpinan di wilayah tersebut bisa segera melakukan
tindakan pencegahan. Pencegahan bisa dilaukan dengan cara mengerahkan petugas
dalam jumlah besar ke lokasi yang bakal dijadikan arena kerusuhan, ataupun
menghalau
Fungsi organik kepolisian,
kata
Selain bertugas mendeteksi dan memantau, intelijen juga
bertugas menyelenggarakan pengamanan ke dalam tubuh Polri. Di samping itu,
mereka juga melakukan pengamanan terhadap institusi kenegaraan, petinggi
pemerintahan, dan orang asing penting.
"Intelijen juga harus bisa
membuat perkiraan keadaan (kirka) dengan tepat, sehingga bisa mengantisipasi
kamtibmas secara cepat. Pola rekruitmen anggota intelijen harus menjadi
perhatian Polri, karena jika salah memilih akan berbahaya bagi operasi
intelijen keseluruhan, papar
Tudingan keras yang dialamatkan ke intelijen Polri
ini tidak dibantah Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri (Wakadiv) Humas Polri
Brigjen Zainuri Lubis. Zainuri mengakui jika kinerja intelijen Polri selama ini,
memang kurang maksimal dan perlu ditingkatkan.
"Memang perlu dilakukan upaya untuk peningkatan
kualitas intelijen kita. Hal ini diperlukan supaya bisa lebih dini mendeteksi
setiap gejolak, yang cenderung sebagai pemicu terjadinya aksi anarkis yang
digerakan secara sistematis" ungkap Zainuri.
Menurut jenderal berbintang satu ini, sejumlah
peristiwa anarkis seperti kerusuhan di Mojokerto, Jawa Timur, Koja, Jakarta
Utara, Batam, Cisarua, Bogor Durikosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dan
beberapa wilayah lain di Indonesia, adalah wujud kurang maksimalnya daya
deteksi yang dimiliki intelijen Polri. Padahal, sebelumnya Kapolri Jenderal
Bambang Hendarso Danuri (BHD) sudah mengingatkan jajaran seluruh Polda di Indonesia untuk lebih meningkatkan peran
dalam mengamankan wilayah masing-masing.
"Penentuan kebijakan pengamanan oleh para Kapolda
harus disesuaikan dengan beberapa faktor. Antara lain, faktor geografis
wilayah, karakter dan budaya dan kondisi psikologis masyarakat setempat,"
paparnya.
Dengan pendekatan yang merujuk pada faktor-faktor
tersebut, jelas Zainuri, intelijen bisa mmberikan informasi kepada pimpinan
dengan cepat dan akurat. Informasi inilah yang dijadikan pimpinan Polri untuk
mengambil sebuah kebijakan pengamanan.
"Pendekatan dengan kultur masyarakat setempat
dilakukan agar intelijen tidak keliru dalam menentukan kebijakan pengamanan di
wilayahnya," jelas Zainuri, sembari menamabhkan pihaknya berjanji akan terus
melakukan upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme jajaran intelijen.
Pada kesempatan yang sama, Zainuri Lubis
mengingatkan seluruh Polda se-Indonesia untuk terus menjaga wilayah dari
gangguan Kamtibmas, menyusul akan berlangsung Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada). Selama tahun 2010, kata dia,
terdapat 124 Pilkada yang akan berlangsung di seluruh wilayah
"Proses pelaksanaan Pilkada sangat berpotensi menimbulkan gesekan antarpendukung yang kerap diwarnai tindakan anarkis. Ini yang perlu diwaspadai dan dicegah. Jangan sampai kejadian di Mojokerto, Jawa Timur terjadi di wilayah lain, demikian Zainuri Lubis. O muhamad