Beritabatavia.com -
Pesawat Silk Air rute Singapura-Solo mengalami gangguan saat mendarat di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Solo, Selasa, (6/3). Saat mendarat pada pukul 08.55 WIB, roda belakang sebelah kiri mengeluarkan asap dan percikan api.
Airport Duty Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Solo Saiful Makuta mengatakan peristiwa tersebut diketahui oleh petugas di tower Bandara Adi Soemarmo. Saat pesawat mulai mendarat, petugas melihat asap dan percikan api yang berasal dari roda belakang sebelah kiri, kata Saiful kepada wartawan di Bandara Adi Soemarmo Solo.
Mengetahui hal itu, petugas lantas menginformasikan kepada pilot pesawat jenis Airbus A-319 tersebut. Pilot diminta untuk tetap melanjutkan proses pendaratan dan mengarahkan pesawat ke tempat pemberhentian.
Sedangkan pihak Bandara Adi Soemarmo segera mengirim mobil penyelamat dan mobil pemadam kebakaran. Begitu pesawat berhenti di taxi bravo atau lintasan penghubung antara apron dan runway, pilot lantas membuka dua pintu darurat yang ada di samping dan belakang badan pesawat.
Prosedurnya seperti itu. Begitu ada percikan api, pintu darurat harus dibuka, ujar Saiful. Api sendiri padam setelah pesawat berhenti.
Petugas kemudian membantu 124 penumpang untuk keluar dari pesawat. Saiful mengatakan penumpang yang sebagian besar warga negara asing selamat dan tidak ada yang mengalami luka. Hanya shock. Saat ini semuanya sudah melanjutkan perjalanan, katanya seperti dikutip tempo.co
Pihaknya masih menyelidiki penyebab keluarnya api dari roda pesawat. Saat ini pesawat masih diparkir untuk diperbaiki dan dicek kondisinya. Dugaan sementara, keluarnya percikan api akibat gesekan antara kanvas rem dengan roda.
Salah seorang penumpang, Vikram Singh, mengaku para penumpang panik saat diberitahu bahwa ada percikan api saat pesawat mulai mendarat. Saat itu penumpang banyak yang berteriak. Ada pula yang menangis, ujar penumpang berkebangsaan India yang terbang bersama istri dan dua anaknya ini.
Dia memuji langkah petugas yang dengan sigap membuka pintu darurat dan menyiapkan jalur keluar darurat. Petugas mengutamakan anak-anak dan orang tua, katanya. o end