Kamis, 17 Juni 2010 09:46:18
Industri Seluler Butuhkan Inovasi
Industri Seluler Butuhkan Inovasi
Beritabatavia.com - Berita tentang Industri Seluler Butuhkan Inovasi
Normal
0
...
Ist.
Beritabatavia.com -
Bagi para pelaku usaha yang bergerak di industri seluler, inovasi produk sudah menjadi keharusan. Karena penemuan-penemuan teknologi terbaru akan terus terjadi, terus berkembang dengan cepat tanpa henti. Karena itu, dalam era persaingan yang semakin ketat, semangat inovasi untuk mendekatkan produknya dengan masyarakat konsumen sudah menjadi kemestian.
Kemenangan dalam persaingan lebih ditentukan oleh kecepatan dalam menerapkan dan menemukan teknologi yang terbaru. Beragam inovasi produk tersebut akan makin dirasakan manfaatnya jika diiringi dengan high performance network, menyangkut kualitas jaringan, jangkauan yang luas melalui pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dan kerjasama dengan operator mitra International Roaming.
Strategi ‘perang tarif’ dengan iming-iming tarif sangat murah bahkan gratis untuk mencoba mengakuisisi pelanggan antar operator tanpa didukung kualitas jaringan dengan jangkauan yang luas, dan inovasi produk tak akan membawa manfaat besar bagi pengguna seluler. Selain karena pembicaraan sering terputus di tengah jalan sebagai akibat peningkatan volume percakapan tidak didukung kapasitas network yang memadai. Pemberian tarif murah pun biasanya hanya berlaku untuk sesama pelanggan satu operator (on net). Sementara untuk percakapan antar operator yang berbeda (off net )tarif hampir tidak mengalami perubahan berarti. Tarif murah hanya bisa dinikmati dengan cara tertentu dan tidak berlaku secara keseluruhan. Perbedaan tarif antara on net dan off net sebenarnya menciptakan kondisi subsidi silang karena tingginya tarif off net dan rendahnya tarif on net. Padahal biaya investasi jaringan tidak membedakan antara jaringan untuk off net dan on net. Operator bisa memberikan tarif on net sangat murah karena tidak ada konsekuensi biaya kepada pihak ketiga.
Yang dibutuhkan masyarakat seluler Indonesia sebenarnya adalah pemberian jaringan luas dengan kapasitas yang memadai dan didukung dengan core network yang senantiasa dipersiapkan untuk mendukung implementasi teknologi terkini termasuk 3G WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) dan HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access). Dan hal itu pula, yakni strategi pemasaran melalui penciptaan beragam inovasi, perluasan jaringan dan penguatan network yang terus dilakukan PT Telkomsel Indonesia.
Untuk memperkuat jaringan misalnya, sejak awal berdirinya 26 Mei 1995, perusahaan yang sekitar 65% sahamnya dikuasai pemerintah dan 35% dimiiliki Singapore Telecom (SingTel) terus menambah jumlah BTS. Jumlah BTS yang pada awalnya (1995)baru ada sekitar 149 BTS saat ini sudah membangun lebih dari 32.000 BTS, termasuk lebih dari 5.000 Node B (BTS 3G berbasis WCDMA dan HSDPA) yang menyebar di 150 kota di hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia.Bahkan dalam waktu dekat Telkomsel akan melakukan uji coba Long Term Evolution (LTE) yang merupakan teknologi selular GSM generasi keempat (4G). Diharapkan pada tahun ini total 24 kota besar di seluruh Indonesia dapat menikmati full coverage layanan mobile broadband Telkomsel.
Sementara untuk menjamin kenyamanan komunikasi saat berada di luar negeri Telkomsel sudah melakukan kerjasama dengan sekitar 400 operator mitra International Roaming dan 290 operator mitra data roaming di seluruh dunia.
Ragam inovasi produk pun terus dilakukan. Sebut misalnya, Telkomsel-Cash, layanan alat bayar atau transaksi secara elektronik , yang ijinnya telah diberikan Bank Indonesia sebagai regulator pada 19 Januari 2007. Keberhasilan ini menjadikan T-Cash sebagai e-Money berbasis mobile pertama di Indonesia sekaligus sebagai hasil karya anak bangsa yang pertama mendapatkan ijin dari Bank Indonesia.
Atau sebut lagi inovasi pada layanan SMS. Bersama Google, Telkomsel memperkenalkan SMS Translator, yakni layanan SMS pertama di Indonesia untuk menerjemahkan bahasa Indonesia ke berbagai bahasa asing dan sebaliknya. Suatu inovasi yang akan mempermudah pelanggan dalam menerjemahkan suatu bahasa.
Jika pelanggan mengirim kata atau kalimat dalam bahasa Indonesia kirim ke 4664 maka secara otomatis akan diterjemahkan ke bahasa Inggris. Begitu pula sebaliknya, bila pelanggan mengirim dalam bahasa asing (Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Italia, Spanyol, Portugis) maka akan diterjemahkan secara otomatis ke bahasa Indonesia. Untuk pengiriman SMS pelanggan hanya dikenakan Rp100/sms.
SMS Translator memperkaya ragam layanan SMS inovatif yang dihadirkan Telkomsel sebelumnya, yakni SMS PRO, yakni inovasi layanan SMS yang memberikan kemudahan dalam mengatur komunikasi SMS pelanggan. SMS PRO terdiri dari SMS Auto Reply (bisa menjawab pesan secara otomatis layaknya email), SMS Divert (mengalihkan SMS yang masuk ke nomor lain), SMS Copy (mengalihkan SMS ke nomor lain dan mendapat copy-nya), SMS Blacklist (memblok SMS dari nomor yang tidak diinginkan), dan SMS Whitelist (hanya menerima SMS dari 10 nomor yang diinginkan).
Berbagai inovasi pun dilakukan kepada Coorporate Bussines untuk memberikan kemudahan dalam bertransaksi bisnis. Melalui teknologi Blackberry, Ventus, Intellisync, dan direct Push, Telkomsel memperkenalkan fitur Push Email, akses e-mail yang bisa digunakan kapan dan dimananpun, Sales Force Automation (koordinasi data tim penjual melalui aplikasi di ponsel), Intranet Application Acces (kemudahan akses data intranet perusahaan melalui ponsel). Dihadirkan juga ATM over GPRS (Koneksi ATM via jaringan data Telkomsel), EDC over GPRS (Efisiensi koneksi EDC lewat jaringan data Telkomsel), Small & Remote Office Connectivity (pemanfaatan jaringan data untuk integrasi koneksi kantor cabang), Mobile Tracking (Monitoring dan pemantauan asset bergerak), dan Telemetry Application (solusi pemantauan data perusahaan seluruh daerah lebih akurat). Sementara untuk meningkatkan keunggulan kompetitif bisnis perusahaan dihadirkan SMS Broadcast (penyebaran SMS melalui web maupun ponsel melalui fasilitas Web 2 SMS dan Corporate Mobile Messenger), NSP Corporate (Nada Sambung Pribadi korporat misal Corporate Song atau Jingle), Mobile VPN (Layanan virtual PBX untuk mobilitas perusahaan), Fixed Wireless Connectivity (tambahan fixed line hanya dengan SIM Card kartu HALO) dan Top up Prepaid (kemudahan isi ulang pulsa prabayar lewat kartu HALO).
Dengan segenap layanan-layanan tersebut, maka mobilitas dan kecepatan mengeksekusi transaksi dimanapun dan kapanpun akan sangat mungkin dilakukan. Di samping itu, produktifitas dan efisiensi operasional bisa ditingkatkan. Kemampuan dalam menghadirkan ragam inovasi layanan business solution ini karena Telkomsel mengimplementasikan beragam teknologi mulai dari CSD (Circuit Switched Data) atau 2G, GPRS (Global Packet Radio Service) atau 2,5 G, EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution) atau 2¾G hingga 3G atau WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) dan 3,5 G berbasis HSDPA (High Speed Downlink Packet Access).O didi krisna