Beritabatavia.com -
Nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS grafiknya terus melemah. Selasa (5/6) petang melemah hingga sebesar 10 poin, seiring pelaku pasar yang masih wait and see terhadap kebijakan pemimpin Eropa.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, turun sebesar 10 poin menjadi 9.440 dibandingkan dengan posisi sebelumnya 9.430 per dolar AS.
Rupiah sempat menguat, namun kembali melemah setelah pembuat kebijakan di Uni Eropa terus menerus mengangkat wacana ekspansi kekuatan European Stability Mechanism, kata analis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta.
Sebagian pelaku pasar masih mengkhawatirkan kondisi Eropa meski ada langkah kebijakan dari pemimpin Eropa untuk menemukan landasan kebijakan bersama, katanya.
Menurutnya, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari Kelompok G7 direncanakan menggelar pembahasan krisis utang Eropa, dan diharapkan dapat menghasilkan langkah yang positif.
Sentimen negatif yang dihadirkan data ketenagakerjaan AS pekan lalu berangsur-angsur mereda setelah Prancis dan Komisi Eropa menyatakan mendukungan wacana penyelamatan bank-bank bermasalah dengan menggunakan dana bailout permanen zona Euro.
Pekan ini, lanjut Ariston, bank sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan kebijakan moneternya dan pandangan mengenai outlook ekonomi Eropa ke depannya.
Kalangan analis memprediksi tidak ada perubahan suku bunga acuan yang berlaku saat ini yakni satu persen. Pelaku pasar juga akan memperhatikan respon Presiden ECB mengenai kondisi krisis hutang Eropa saat ini, katanya seperti dilansir ant. o ep