Beritabatavia.com -
Naiknya harga kedelai membuat sejumlah perajin tempe dan tahu di Bogor, Jawa Barat, siap melakukan mogok jualan. Ini juga sesuai surat edaran Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) yang bertuliskan imbauan untuk mogok selama tiga hari mulai 25-27 Juli 2012.
Ya boleh dibilang ini produksi tempe terakhir untuk hari ini. Sebelum melakukan aksi mogok lusa nanti, kata Mualifi (35), salah satu perajin tempe di Kota Bogor, Selasa (24/7).
Ia hanya mampu membuat tiga kwintal tempe yang akan dipasarkan untuk Rabu (25/7) malam ke Pasar Merdeka.
Mualifi mengaku, mendukung kegiatan tersebut bersama dengan puluhan perajin tempe lainnya di Kota Bogor.
Imbauan mogok telah disebarkan ke sejumlah produsen dan pedagang oleh Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) cabang Kota Bogor.
Ia mengatakan, sejak harga kedelai naik menjadi Rp8.000/kg, ia kesulitan mengatur produksi. Selain itu, laba yang mereka dapatkan pun tipis.
Menurutnya, tingginya harga kedele membuat sejumlah pengrajin tempe menjerit. Karena modal yang mereka keluarkan tidak sebanding dengan untung yang mereka dapatkan.
Untuk membuat tiga kwintal tempe, Mualifi harus mengeluarkan modal kurang lebih Rp1,5 juta, ini digunakan untuk membeli kedele seberat tiga kuintal, plastik tiga kilogram, daun pisang tiga kilogram, ragi dan ongkos produksi untuk gas dan listrik.
Kami sudah mengupayakan agar tetap produksi. Ukuran tempe sudah kami kurangi dari sebelumnya, harga juga terpaksa kami naikkan, katanya. O brn