Beritabatavia.com -
PT Kereta Api Indonesia (KAI) diminta untuk lebih mengoptimalkan pelayanannya. agar rencana menaikkan tarif KRL Jabodetabek pada 1 Oktober 2012 tidak mendapat penolakan dari masyarakat.
'PT KAI harus menyosialisasikan terlebih dengan masyarakat pengguna KRL dan memenuhi ketentuan standar pelayanan minimum (SPM) yang diminta oleh para pengguna kereta api. Jangan sampai terulang kembali penolakan kenaikan tarif yang pernah terjadi beberapa waktu yang lalu,' ujar Anggota Komisi VI DPR, Mardani, di Jakarta, Jumat (21/9).
Menurut politisi itu, KRL adalah alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang semakin tidak terkendali dan juga semakin meningkatnya alokasi kuota subsisdi BBM, maka langkah yang tepat bagi PT KAI adalah meningkatkan pelayanan KRL-nya. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memilih alat transportasi ini.
Mardani mengapresiasi kinerja dan rencana PT KAI yang akan menambah gerbong KRL-nya dalam setiap rangkaiannya dari 8 menjadi 10 gerbong.
Menurut dia, itu artinya pelayanan KAI akan semakin banyak menjangkau masyarakat untuk memilih transportasi kereta api dan dampak jangka panjangnya akan menghemat pemakaian BBM bersubsidi.
'Sebagai konsekuensi atas usaha peningkatan pelayanan tersebut, kami bisa memahami usulan PT KAI untuk menaikkan tiket KRL Rp2.000 per orang mulai Oktober 2012. Tapi yang penting masyarakat pada khususnya Jabodetabek, dapat menikmati layanan KRL secara nyaman dan relatif murah," ujarnya. O ant