Beritabatavia.com -
T KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) memastikan akan menaikkan tarif Commuter Line sebesar Rp2.000 di semua lintas mulai 1 Oktober 2012.
Kepastian itu ditegaskan Direktur Komersil PT Kereta Api Indonesia (Persero) Wimbo Hardjito di Gedung Jakarta Railway Center, Jakarta Pusat, Senin (24/09).
Wimbo mengatakan, kepastian penaikan tersebut dikuatkan setelah PT KCJ mempelajari hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi UI sepanjang Juli-Agustus 2012.
Dalam survei tersebut grafik willingness to pay atau harga yang rela dibayar penumpang berdasarkan persepsi kualitas ataupun pelayanan yang diterima di bawah Rp9.000. Sedangkan ability to pay atau proporsi pengeluaran transportasi terhadap pendapatan masih di bawah batas normal yakni kisaran 15,7-18,6%. Artinya kenaikan yang kami tetapkan masih terjangkau, ujar Wimbo.
Menurut Wimbo, seiring penaikan tarif tersebut juga ada akan dilakukan peningkatan kapasitas penumpang. Dalam setiap rangkaian commuter line nantinya akan ada 10 gerbong. Jadi dalam setiap rangkaian itu 10 gerbong tidak lagi 8 gerbong, kapasitas pun akan nambah, jelas Wimbo.
Sementara, Direktur Sarana PT KCJ Resman Manurung mengatakan, penaikan tarif tersebut tak terelakkan mengingat PT KCJ terus menambah sarana dan prasarana sejak tahun 2008. Hingga kini PT KCJ sudah menambah 248 unit kereta sepanjang 2008-2011. Saat ini jumlah total kereta menjadi 634 unit.
Resman menjelaskan, tahun 2012 direncanakan aka nada tambahan sebanyak 90 KRL dengan total biaya Rp90 miliar. Karena harga 1 unit kereta Rp1 miliar. Nilai ini belum termasuk harga rehabilitasi, penambahan 6 (enam) gardu dan daya LAA di lintas Bogor. Juga belum pemasangan petunjuk/arah, pengecatan stasiun di Jabodetabek, penambahan penerangan di beberapa stasiun, serta perpanjangan dan peninggian peron pendek pada 3 stasiun yakni Cilebut, Jatinegara, dan Pasar Senen. o eee