Beritabatavia.com -
Perusahaan importir daging dan sapi bakalan didesak untuk melepaskan stok mereka ke pasar untuk mengatasi gejolak harga daging di pasaran, demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana.
Solusi jangka pendek saat ini adalah pemerintah harus bisa menekan perusahaan importir daging dan sapi bakalan untuk melepas stok mereka. Diperkirakan saat ini ada stok sekitar 100 ribu ekor lebih di gudang mereka, kata Ketua PPSKI, Teguh Boediyana.
Dalam beberapa hari terakhir terjadi kelangkaan daging di wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga di beberapa pasar tradisional di ibu kota harga daging menembus angka Rp90 ribu-Rp100 ribu per-kg.
Ini di luar dugaan, secara logika memang kalau pasokan berkurang dan permintaan tinggi maka harga akan naik. Tapi penyebabnya ini yang harus segera diobservasi, kata Teguh.
Oleh karena itu, pihaknya juga mendesak pemerintah segera melakukan observasi dan identifikasi untuk mengetahui penyebab kenaikan harga tersebut agar bisa secepatnya memutuskan langkah kebijakan yang harus diambil.
Stok Daging Sapi Lokal MencukupiIa meyakini pasokan dan stok sapi lokal masih stabil dan cukup untuk menyuplai pasar.
Berdasarkan hasil sensus sapi potong oleh Badan Pusat Statistik (BPS) populasi sapi lokal di Indonesia pertahun rata-rata 14,6 juta ekor, sementara kerbau 1,5 juta ekor.
Jadi berdasarkan blue print swasembada daging oleh Kementerian Pertanian, ini sudah seharusnya mampu memenuhi kebutuhan daging nasional, di mana impor hanya 10 persen dari kebutuhan nasional, katanya.
Namun, dalam perjalanannya saat ini mekanisme pasar memberikan fakta yang mengejutkan dengan harga daging yang melonjak sangat tinggi pada akhir 2012, kata Teguh.
Ia juga menolak jika keran impor daging kembali dibuka lebih lebar mengingat pada 2009 sebelum pasokan impor dibatasi, tingginya angka impor justru memukul para peternak sapi lokal lantaran harga daging yang jatuh ke level harga yang rendah.
Setelah impor dikurangi, ini sedikit menolong para peternak, tandasnya. O brn