Beritabatavia.com -
Dinilai angka menarik, kompleks perkantoran TCC Batavia resmi beroperasi Rabu (12/12/2012) jam 12 lebih 12 menit 12 detik. Perkantoran setinggi 46 lantai di Jalan Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ini akan menambah ruang kantor seluas 180.000 meter persegi.
Saat ini, TCC Batavia yang beroperasi adalah menara pertama. Rencananya, TCC Batavia dirancang sebagai superblok dengan tujuh menara, dengan total lahan 7,2 hektar.
Selain perkantoran, di kawasan ini dirancang sebagai superblok dengan tujuh menara, yang dilakukan PT Greenwood Sejahtera. Arsitektur gedung dikerjakan oleh DP Architects Singapura.
Office tower One ini ini sebagai bagian dari pengembangan TCC Batavia tahap satu yang mencakup tiga menara perkantoran strata title, jelas Harry Gunawan, Presiden Direktur PT Greenwood Sejahtera Tbk, saat acara pengoperasian menara pertama TCC Batavia, Jakarta.
Superblok ini mengusung konsep 'world class one stop living : working, living, and entertaining' yang menggabungkan aktivitas bisnis, hiburan, akomodasi, hunian, hotel dalam sebuah kawasan yang harmonis, tambah Harry.
Harry menilai daya serap kebutuhan apartemen di DKI Jakarta yang sangat besar, terutama untuk kawasan bisnis yang sangat besar. Hal ini karena pertumbuhan makro ekonomi indonesia sebesar 6,5 persen per tahun, tertinggi kedua setelah Cina.
Selain itu, kebutuhan kantor di Jakarta jika dibandingkan Kuala Lumpur (KL), masih lebih banyak KL ketimbang Indonesia, padahal luasnya masih lebih luas indonesia ketimbang KL, komentarnya.
Gunawan Irvin, Direktur Konsultant Properti Cushman Wakefield menjelaskan, tingginya minat para perusahaan lokal dan asing untuk berkantor di TCC Batavia karena selain lokasi yang strategis, juga ditunjang dengan konsep TCC Batavia itu sendiri.
Proyek ini bakal menjadi a world- class intergrated superblock yang terdiri dari hunian apartemen, hotel berbintang lima, entertainment centre atau exhibition hall, dan convention center. Oleh karena itu tepat apabila Office Tower One TCC Batavia dikatakan sebagai a perfect place for your office and your future investment, tambahnya.
Dilanjutkan, permintaan ruang perkantoran yang semakin tinggi sejalan dengan berkembangnya kondisi perekonomian nasional, telah memicu kalangan pengembang untuk memenuhi permintaan pasar.
Terlebih, berdasar survei yang dilakukan oleh lembaga konsultan properti Cushman and Wakefield, saat ini tingkat okupansi ruang kantor dengan skala grade A, khususnya di kawasan CBD, telah menyentuh angka 92%.
Hal ini telah memicu kenaikan tingkat permintaan ruang kantor sepanjang tahun 2012 telah mencapai angka 350 ribu M2, dengan penambahan suplai yg hanya mencapai 277 ribu M2. Bahkan, sampai dengan tahun 2013 mendatang, diprediksi kebutuhan ruang perkantoran baru di Jakarta bakal mencapai angka 710 ribu M2, sambung Ivan.
Mencermati hal tersebut, sambung Harry Gunawan, PT Greenwood sejahtera sebagai salah satu pengembang properti di Indonesia, menargetkan penambahan 180 ribu m2 pasokan ruang perkantoran di wilayah segitiga emas Jakarta, melalui menara pertama TCC Batavia.
Adapun nilai investasi yang ditanamkan oleh pihak PT Greenwood Sejahtera untuk pembangunan Office Tower One ini mencapai angka Rp763 miliar.
Dalam pembangunan TCC Batavia,PT Greenwood Sejahtera Tbk menggandeng arsitek dari Singapura, DP Architects yang karyanya antara lain Resort World Sentosa, Esplanade, Marina Centre, Suntec City, dan Vivo City.
Linda Halim, Corporate Secretary PT Greenwood Sejahtera menambahkan, tingginya minat pembeli TCC Batavia karena selain lokasi yang strategis, juga ditunjang dengan konsep yang terintegrasi dalam satu kawasan. Target penjualan atau marketing sales yang dihasilkan oleh perseroan mencapai Rp1,5 triliun.
Penjualan tower pertama ini dilakukan dengan sistem strata title dengan kisaran harga Rp35 juta per meter persegi. Harga itu sendiri telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari angka Rp20 juta per meter persegi pada saat penawaran perdana di tahun 201 yang lalu.
Ada peluang pasar yang cukup besar dalam hal kebutuhan ruang perkantoran grade A, sehingga tingkat penjualan cukup luar biasa. Bahkan perseroan tidak menjual keseluruhan unit yang ada sebagai salah satu strategi yang ditempuh oleh perseroan untuk meningkatkan nilai jual dari TCC Batavia, paparnya.
Dari keseluruhan unit yang ada di tower pertama ini, masih tersisa sekitar 30% yang sengaja kami hold. Untuk penentuan harga di ahap selanjutnya akan dilakukan mengikuti kondisi pasar. Untuk unit yang kami tahan ini, kami harapkan bisa memberikan marketing sales bagi perseroan sebesar Rp1 triliun," tambahnya lagi.
PT Greenwood Sejahtera Tbk memiliki beberapa saham di beberapa proyek seperti di Hotel Emporium (Jakarta Utara), The Peak Apartment (Jakarta Selatan), Kuningan City (Jakarta Selatan), Senayan City (Jakarta Selatan), Festival Citylink (bandung), Lindeteves Trade Center (Jakarta Pusat) dan Hotel Holiday inn Express ( Jakut). o eeee