Beritabatavia.com -
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menuding PT PLN (Persero) tidak rasional dalam kebijakan membatasi pembelian pulsa untuk menghindari penimbunan pulsa listrik, dengan alasan karena tarif listrik tahun ini naik bertahap per triwulan.
Pembatasan itu sangat tidak rasional, malah mengganggu kenyamanan pelanggan. :angkah PLN melakukan pembatasan pembelian pulsa listrik (token) karena takut ada penimbunan pulsa, tidak masuk akal dan tidak rasional, papar Anggota Penggurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi di Jakarta, Jumat (4/1).
Kata Tulus, hal ini akan menganggu kenyamanan para pelanggan PLN sendiri khususnya yang menggunakan listrik prabayar. Ini (pembatasan) justru akan membuat pelanggan PLN khususnya yang pra bayar menjadi tidak nyaman, ucap Tulus.
Tulus meminta PLN menghentikan pembatasan ini, pasalnya jika terus dilakukan justru akan menganggu program PLN yang ingin mendorong penggunaan pelanggan listrik prabayar lebih banyak.
Ini harus dihentikan, kalau tidak PLN sendiri yang merugi kan PLN berusaha mendorong pelanggan prabayar dengan pulsa listrik makin banyak, karena kalau dibatas-batasin begini masyarakat merasa tidak nyaman, cetus Tulus. o tot