Jumat, 15 Februari 2013 11:21:03

CEPAgolfs Dukung Wisata Golf

CEPAgolfs Dukung Wisata Golf

Beritabatavia.com - Berita tentang CEPAgolfs Dukung Wisata Golf

CEPAgolf club, perkumpulan pegolf berbagai profesi yang bermarkas di Jakarta, sangat mendukung sekaligus bertekad mengembangkan wisata golf di ...

 CEPAgolfs Dukung Wisata Golf Ist.
Beritabatavia.com - CEPAgolf club, perkumpulan pegolf berbagai profesi yang bermarkas di Jakarta, sangat mendukung sekaligus bertekad mengembangkan wisata golf di Indonesia. Mengingat, tahun 2013 pemerintah merencanakan mencanangkan Tahun Kunjungan Wisata Golf.

Sudah saatnya golf di Indonesia menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Mengingat, melalui tahun kunjungan wisata golf akan terjadi  peningkatan pendapatan devisa negara dari sektor wisata golf semakin naik. Juga turis asing datang ke Indonesia,
papar President CEPAgolf Ludy Eqbal, dalam ulang tahun pertamanya serta meresmikan nama baru CEPA Beyond Golf di Bogor, kemarin.

Dengan semakin banyaknya turis asing dan nasional yang menggemari golf, lanjut Eqbal, dampaknya sangat luar biasa karena memberi wadah aktifitas bagi institusi golf, mulai pendapatan cady, penjualan kuliner, souvenir juga dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Dukung CEPAgolf Club terhadap tahun kunjungan wisata golf melalui berbagai event turnament golf. Kami juga akan menggerakan pegolf dunia untuk datang ke Indonesia, tambahnya.,

Perlu diketahui saat ini klub golf yang bernaung dibawah PGI sudah berjumlah 240 perkumpulan. Dan ketika disahkan, CEPA menjadi klub ke-241 yang masuk dalam naungan PGI dengan nomor registrasi A 0239. Sebagai perkumpulan golf baru, CEPAgolf Club menerapkan tata-cara pertandingan berstandar internasional.

Sekjen PB PGI, Sudradjat menambahkan  saat ini Indonesia memiliki lebih dari 152 lapangan golf, 50 di antaranya berkelas internasional yang tersebar di berbagai kota, ternyata jumlah kunjungan turis golf masih sangat rendah, sehingga belum menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Banyak kendala yang mempengaruhinya. Utamanya, jarak tempuh penerbangan yang amat jauh. Harapan kita turis golf asal Korea, China, Jepang dan kawasan Asia Pasifik datang ke Indonesia. Tapi, mereka lebih tertarik berwisata golf ke China dan Thailand, karena jaraknya dekat dan promosi wisata golfnya sangat gencar, jelas Soedrajat.

Kendala lainnya, sambung dia, jika wisatawan golf tiba-tiba datang mau main golf di Indonesia, ternyata tidak ada tempat untuk turun ke lapangan. Mengingat, sistem bermain di lapangan golf Indonesia melalui member dan sudah terjadwal pegolf yang bermain, sehingga banyak turis golf yang kecewa dengan ketentuan itu.

Selain itu, Indonesia tak mampu mengemas paket wisata golf yang menarik, sistematik, dan profesional, Juga promosi wisata golf kurang gencar di pasar internasional. Berbagai pameran dan bursa pariwisata internasional, Indonesia tak pernah atau mungkin minder menjual paket wisata golf, kebanyakan yang dijual wisata berkaitan dengan heritage, ucapnya.

Disamping itu, tambah Soedrajat, turnamen golf berskala internasional dengan kelas pegolf menengah atas tak pernah digelar di Indonesia, kondisi ini menyebabkan rendahnya turis golf di Indonesia.

Dikatakan, selama ini hanya mengandalkan turis Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, namun sejak krisis global hingga kini kunjungan turis golf mengalami grafik penurunan yang sangat drastis. Apalagi Thailand kini semakin gencar promosi wisata golf dengan berbagai daya tariknya, berdampak pada Indonesia. Karena turis golf asal Malaysia dan Singapura hengkang ke negara Gajah Putih.

Juga, lapangan golf dan biro perjalanan wisata Indonesia belum memberikan servise atau pelayanan yang bagus terhadap turis golf. Di Indonesia ini masih kurang memberikan servivis kepada wisatawan golf, ucapnya.

Service itu, kata dia, turis golf setelah turun ke lapangan, bisa langsung spa, club house yang menarik, kuliner yang dikemas secara menarik, transportasi secara mudah dan fasilitas lainnya. Nah, ini yang belum ada di golf course di Indonesia," paparnya.

Diakuinya, meski selama ini lapangan golf dipenuhi orang asing, namun mereka bukan turis golf. Mayoritas orang asing yang main golf itu sedang mengadakan meeting bisnis, conference, atau pameran produknya, dimana ada waktu luang diajak main golf oleh
partner bisnisnya di Indonesia.

Selain itu, adalah ekspatriat yang bekerja di Indonesia, sehingga mereka memiliki member golf course, sehingga tak mengalami kesulitan saat bermain di lapangan golf di Indonesia, tambahnya. o eeee


Berita Lainnya
Selasa, 21 Juli 2026
Sabtu, 18 Juli 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Jumat, 03 Juli 2026
Selasa, 30 Juni 2026
Jumat, 26 Juni 2026
Senin, 22 Juni 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Selasa, 19 Mei 2026