Beritabatavia.com -
Praktik 'jual beli bangku' diduga terjadi di sejumlah sekolah favorit di Kota Bandung. Siswa pindahan dari sekolah nonfavorit ke favorit, harus membayar sejumlah uang untuk membeli 'bangku'.
Bahkan ada tarif, dari sekolah cluster 4 ke cluster 3 berkisar Rp1-5 juta. Dari cluster 3 ke cluster 2 berkisar Rp5-10 juta. Dari 2 ke 1 Rp10-15 juta, kata Koordinator Koalisi Pendidikan Kota Bandung (KPKB) Iwan Hermawan, Kamis (15/7/2010).
Iwan mengatakan, sedikitnya ada 15 kepala sekolah dari SD, SMP, SMA, dan SMK yang dicurigai menerapkan jual beli bangku tersebut. Seluruhnya, kata dia, merupakan sekolah negeri, bukan swasta. O okz/ale