Beritabatavia.com -
Hingga hari kelima Operasi Patuh Jaya 2010, Senin (19/7/2010), Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menindak 26.053 pengendara kendaraan bermotor dengan memberikan bukti pelanggaran (tilang).
Total pelanggaran lalu lintas selama lima hari mencapai 6.706 kasus dan 5.701 kendaraan dikenai sanksi tilang, kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Johansen Simamora di Jakarta, Selasa (20/7/2010).
Selain menilang pengguna jalan raya, polisi juga menyita barang bukti berupa 8.098 surat izin mengemudi (SIM), 10.044 surat tanda nomor kendaraan (STNK), 184 sepeda motor dan 26 mobil.
Polisi lalu lintas juga menilang 1.224 pengendara kendaraan bermotor dari jumlah pelanggaran 2.606 kasus pada hari keempat, Minggu (18/7/2010).
Adapun pada hari pertama, Kamis (15/7/2010), tercatat jumlah tindak pelanggaran mencapai 3.538 kasus.
Pada hari kedua, Jumat, sebanyak 3.236 kasus; hari ketiga, Sabtu, sekitar 3.246 kasus; dan hari keempat, Minggu, mencapai 2.606 kasus.
Polda Metro Jaya mengerahkan 2.359 personel pada Operasi Patuh Jaya 2010 yang digelar selama dua pekan sejak 15 hingga 28 Junli 2010.
Sebelumnya, Kepala Polda Daerah (Kapolda) Metro Jaya Inspektur Jenderal Timur Pradopo mengatakan, Operasi Patuh Jaya digelar guna mencari penyebab kemacetan di beberapa lokasi.
Timur Pradopo juga menambahkan, sasaran Operasi Patuh Jaya adalah menertibkan lokasi yang menjadi tempat parkir tanpa izin dan tempat berhenti liar angkutan umum.
Meski demikian, jenderal polisi berbintang dua itu menyatakan, pihaknya tidak mungkin menyelesaikan persoalan kemacetan dalam waktu dua minggu melalui Operasi Patuh Jaya.
Kami sedang mengkaji aturan pembatasan jumlah kendaraan untuk mengurai kemacetan, ujar Timur.
Operasi Patuh Jaya juga akan merazia pelat nomor kendaraan yang dimodifikasi atau tidak sesuai spesifikasi polisi dan menertibkan kendaraan yang menggunakan simbol pejabat negara.
Razia ketertiban lalu lintas Patuh Jaya itu meliputi wilayah DKI Jakarta, seperti terminal, pusat perbelanjaan, dan jalur bus transjakarta, serta setiap wilayah di DKI. O nor