Beritabatavia.com -
Kritik anggota DPR soal kemaceten lalu lintas di Jakarta,ditanggapi beragam oleh sebagian warga Jakarta. Bahkan warga Bandung,Jawa Barat ikut-ikutan memberikan komentarnya.
Anggota DPR mesti beri contoh, jangan cuma Omdo (omong doang). Kalo dipikir mereka juga banyak berkontribusi terhadap kemacetan, ujar Dadang, warga Jl. Pasteur,Bandung, disela-sela Sidang Pleno XIV Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Hotel Savoy Homan, Bandung,Selasa (20/7).
Bayangkan, kalau setiap anggota dewan punya mobil dua. Satu dipakai oleh anggota dewan sendiri, satu lagi untuk keluarganya. Kalo semua anggota DPR ada 500 orang, jadi mobil mereka aja udah seribu lebih yang keluar di jalan Jakarta, belum pejabat dan keluarga pejabat lainnya, papar pria Bandung yang kerap berkunjung ke Jakarta untuk urusan bisnis.
Hal senada diutarakan Saw Bok, warga yang tinggal di Jl Ahmad Yani, Bandung. Dia bilang, seharusnya anggota dewan dan para pejabat memberi contoh dengan naik kendaraan umum.
Kalau kita orang ngeluh soal macet sih wajar aja, kalau mereka kan macet juga naik mobil mewah, ber-AC, jadi gak tersiksa, ucapnya, sambil melempar senyum.
Sebelumnya. Sebelumnya, wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan menyatakan kebijakan lalu lintas yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta gagal. Ia meminta agar Fauzi Bowo konsisten menerapkan kebijakan untuk menangani kemacetan DKI.
Gubernur DKI sendiri mengatakan, anggota DPR harus membantu Pemprov DKI, misalnya dengan membuat Undang-undang yang membatasi penggunaan mobil di Jakarta khususnya, serta Indonesia pada umumnya. O brn