Beritabatavia.com -
KARIR memang sudah jadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan wanita. Selain untuk meningkatkan taraf hidup, lewat karir yang baik setiap wanita bisa mengaktualisasikan diri sekaligus memperluas kehidupan sosialnya. Namun, apa jadinya jika wanita terlalu banyak menumpahkan energi dan waktunya untuk karir? Bisa-bisa disebut aseksual. Ups..
Hal ini dialami Oprah Winfrey. Adalah Kitty Kelley, penulis khusus biografi kaum pesohor, yang mengatakan kalau Oprah telah menumpahkan banyak energinya untuk karir sehingga perempuan paling berpengaruh di dunia pada bidang media dan bisnis itu tidak punya waktu untuk kehidupan pribadinya. Kelley lalu menyebut Oprah aseksual.
Karya baru Kelley berjudul
Oprah: A Biography membanjiri toko buku-toko buku di AS, Selasa (13/4) ini dan telah mengecewakan para pengamat media yang selama ini berharap bisa mengakhiri spekulasi apakah Oprah seorang lesbian serta menjawab pertanyaan mengenai hubungan Oprah dengan tunangannya, Stedman Graham, juga dengan karibnya, Gayle King, editor
O, the Oprah Magazine.
Namun setelah melakukan tak kurang dari 850 wawancara, Kelley yang pernah menulis keluarga Bush, Frank Sinatra, dan Nancy Reagan ini, menyimpulkan bahwa Oprah yang bertunangan dengan Graham sejak 1992 sebenarnya tidak tertarik kepada siapapun. Dia berusia 56 tahun. Dia hampir bisa digambarkan 'aseksual' karena dia menarik semua energi seksualnya untuk kerja, karir, dan membangun imperium. Sementara keuntungan keuangan yang dia peroleh amat lebih dari cukup untuk menopangnya, kata Kelley kepada
Reuters.
Oprah sendiri menolak diwawancarai berkenaan dengan buku yang ditulis Kelley itu. Angela DePaul, juru bicaranya, mengatakan bahwa pengasuh acara bincang-bincang itu tidak mau mengomentari buku itu atau apapun yang disebutkan Kelly.
Di masa lalu Oprah berulangkali membantah hubungan lesbiannya dengan sang karib, Gayle King. Kini,
Oprah: A Biography jadi salah satu buku paling ditunggu di AS, khususnya karena keberhasilan Kelly menjual jutaan cerita gosip. Crown Publishing Group yang dikuasai pemilik Random House, Bertelsmann, telah mencetak buku itu sebanyak 550.000 untuk edisi perdananya saja.
Namun reaksi publik beraneka di mana sejumlah kritik menyebut
Oprah: A Biography tidak cukup mengungkap informasi baru mengenai Oprah atau kehidupan pribadinya. Para pemuja Oprah sangat mungkin terlalu loyal untuk menikmati roman picisannya Nona Kelly ini, demikian
The New York Times, Senin (12/4), yang kemudian menyampaikan kalimat merujuk Stedman Graham dan Gayle King: Tanpa informasi yang baru, dia berlindung di balik kolom-kolom gosip murahan yang menyebut dia lesbian.
Kelley, yang mengaku tak pernah berhasil dikalahkan karena tuduhan
menyampaikan informasi salah dan menulis mengenai aspek-aspek tokoh
publik yang tidak pernah disentuh para pewarta berita, menyebut ciri
terbesar Oprah adalah ambisinya yang besar."Oprah memiliki dorongan yang kuat sekali. Sungguh sebuah dorongan yang
tidak puas-puasnya. Dia tak pernah berhenti bekerja, sedangkan karir dan
imperium bisnisnya adalah prioritas utama hidupnya, kata Kelly.
Oprah menjadi pembawa pengaruh kebudayaan terbesar di AS setelah selama 25 tahun mengubah acara asuhannya
The Oprah Winfrey Show jadi mesin uang dan mengalirkan kekayaan senilai 2,3 miliar dolar AS (Rp21,1 triliun) seperti pernah disebut majalah
Forbes.
Begitu berpengaruhnya Oprah, Kelly yang mengatakan menerima ancaman pembunuhan setelah menulis biografi Nancy Reagan, mengaku sulit menemukan penerbit untuk bukunya itu karena para penerbit begitu tergantung kepada Oprah.
O ant/lop