Beritabatavia.com -
JAKARTA. Sejumlah pengusaha meminta agar program pembuatan 51 juta Lampu Hemat Energi (LHE) gratis segera direalisasikan. Selain memberikan keuntungan bagi masyarakat penerima LHE gratis, program yang sempat tertunda pada 2008 itu juga bisa memberikan keuntungan lain pada PT PLN, pemerintah dan dunia industri kelistrikan nasional.
Melalui program yang sudah dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 10 tahun 2005 tentang penghematan energi, PLN bisa menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 30% dari total produksi PLN sebesar 100 TWh. Sementara konsumsi BBM untuk produksi sebesar itu mencapai sekitar 10.1 juta kiloliter (Kl) setara Rp50 triliun atau sekitar 60% dri total biaya bahan bakar.
Untuk pemerintah sendiri, ada sejumlah keuntungan lain yang bisa direguknya, ungkap Ketua HalloJakarta beberapa waktu lalu. Diantaranya, pemerintah bisa mendapatkan reduksi klaim Clean Development Mechanism (CDM) atau mendapat reduksi CO2 dari pembangkit BBM sekitar 66 juta Euro atau sekitar Rp860 miliar, mengurangi pemanasan global, mengurangi subsidi pada PLN. Selain itu, dengan menumbuhkan pengembangan industri LHE di Tanah Air, pemerintah bisa memperluas kesempatan kerja kepada ratusan calon pencari kerja yang jumlahnya semakin membengkak.
Untuk itu, John yang mengaku mewakili kepentingan para pelaku usaha di industri perlistrikan meminta agar pemerintah, khususnya PT PLN, yang pada 2007 sudah mencanangkan pembuatan 51juta LHE gratis, segera merealisasikan rencana pembuatan 51juta LHE gratis tersebut. Kami usulkan agar pelanggan PLN sebanyak 36 juta diberikan LHE secara gratis sebanyak 3 buah/pelanggan, katanya.
Menurut John, penggantian lampu pijar dengan LHE bisa menghemat energi sebesar 2,4 juta GWh per tahun atau setara Rp4,06 triliun per tahun, dan menghemat penggunaan BBM sekitar 811,4juta liter/tahun. Apalagi pada Juli 2010, seperti yang telah disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) 15%.
Selain itu, lanjut John, program penghematan pemakaian listrik melalui pemberian LHE gratis ini bisa mendorong pelanggan untuk berhemat dengan cara merubah lifestyle. Pelanggan didorong berhemat sekitar 20%. Karena 20% pemakaian listrik selama ini merupakan lifestyle. Bukan kebutuhan, katanya.
Ditambahkan, dengan menghemat 20% saja,PLN bisa menghemat pemakaian BBM sekitar 3.732 juta liter/tahun, atau setara dengan Rp18,66 triliun/tahun. Kesiapan industri LHE nasional untuk memroduksi LHE berkualitas yang dilengkapi Standar Nasional Indonesia (SNI)t ak perlu diragukan, kata John. Pasalnya, produksi LHE lokal yang beredar di pasaran selama ini, hampir 100%nya sudah dilengkapi SNI. Selain bisa menumbuhkan industri LHE lokal secara massiv. Secara tidak langsung program pembuatan 51 juta LHE gratis pun bisa menekan peredaran LHE impor yang jumlahnya sekarang sudah mencapai hampir 90% dari lHE yang beredar di pasar nasional, tegas John
. O did