Jumat, 27 Oktober 2017 15:14:46

Tragis, Kali Grogol Menghitam dan Berbau Busuk

Tragis, Kali Grogol Menghitam dan Berbau Busuk

Beritabatavia.com - Berita tentang Tragis, Kali Grogol Menghitam dan Berbau Busuk

PEMERINTAH Kota Jakarta Barat akan segera menangani permasalahan pencemaran di Kali Grogol-Kyai Tapa. Air kali yang menghitam dan mengeluarkan bau ...

Tragis, Kali Grogol Menghitam dan Berbau Busuk Ist.
Beritabatavia.com - PEMERINTAH Kota Jakarta Barat akan segera menangani permasalahan pencemaran di Kali Grogol-Kyai Tapa. Air kali yang menghitam dan mengeluarkan bau busuk itu menggangu indra penciuman setiap orang yang melaluinya.

Kali Grogol terletak dekat dengan Halte Transjakarta Grogol 2 itu membuat setiap orang yang melewatinya menutup hidung dan menahan nafas sambil mengenyitkan dahi. Orang-orang mempercepat langkahnya karena tidak tahan dengan bau busuk yang keluar dari kali itu.

Kami sedang mencari tahu penyebabnya. Segera ditindaklanjuti, kata Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Barat Imron Syahrin di Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Imron mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Bidang Air Baku Air Limbah dan Suku Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk mengatasi permasalahan itu. Kemarin sudah dilakukan pengambilan sampel air Kali Grogol-Kyai Tapa dan hasil analisis akan keluar dalam dua pekan, kata dia.

Sejauh ini, kata dia, salah satu penyebab pencemaran air di Kali Grogol-Kyai Tapa adalah banyaknya limbah rumah tangga yang mengalir ke kali grogol. Terlebih, semua saluran air di Jakarta Barat bermuara di sana, kata dia.

Untuk mengatasi air limbah yang dibuang langsung ke sungai atau kali perlu dibuatkan pengolahan limbah komunal. Jadi limbah yang dibuang atau disalurkan ke sungai atau kali sudah di ambang batas aman, kata dia.

Kali Grogol adalah sungai yang mengalir di bagian barat Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bagian hilir sungai asalnya sudah dibentuk menjadi kanal-kanal dengan pintu-pintu air di sepanjang tepiannya.

Bangunan-bangunan liar di pinggir sungai itu sudah diratakan dengan tanah pada tahun 2014 dan paling sedikit 58 keluarga sudah diberikan perumahan pengganti. Di tepi kali itu dulu direncanakan akan dibangun taman, namun sampai saat ini lokasi itu masih berupa tanah kering yang sering dijadikan tempat nongkrong polisi ataupun petugas Transjakarta. o tmp






Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019
Selasa, 24 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Jumat, 20 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Selasa, 10 Desember 2019
Senin, 09 Desember 2019
Sabtu, 07 Desember 2019
Kamis, 05 Desember 2019