Beritabatavia.com -
JAKARTA-Dengan pertimbangan persaingan antarmoda transportasi khususnya di relasi Jakarta-Bandung yang semakin ketat, maka terhitung 27 April 2010, perjalanan kereta api (KA) Parahyangan rute Jakarta-Bandung yang selama ini lima kali perjalanan dalam satu hari akan ditiadakan atau dihapus. Menurut Kepala Humas Daerah Operasi I PT Kereta Api, Sugeng Prijatna setiap harinya, rata-rata volume tiap hari KA Parahyangan yakni 76 penumpang eksekutif dan 204 bisnis. Dengan dihapusnya KA Parahyangan, maka masyarakat akan dilayani dengan KA Argo Gede rute yang sama yang saat ini berjalan enam kali dalam satu hari. PTKA akan mengoptimalisasi KA Argo Gede untuk melayani perjalanan masyarakat pengguna jasa kereta api dan di pertengahan Mei mendatang akan dilakukan penyesuaian terkait dengan pangsa pasarnya, jelas Sugeng di Jakarta, Jumat (16/4). Selain menutup perjalanan KA Parahyangan, PTKA meluncurkan KA Malabar untuk relasi Bandung-Malang yang akan dimulai 30 April mendatang. Menurut Sugeng setelah dilakukan survey, kajian lapangan, dan lain sebagainya, maka terlihat adanya potensi pasar pada koridor tersebut. Dengan adanya KA Malabar, penumpang tidak perlu lagi berganti-ganti KA seperti yang kerap terjadi sekarang ini, ujar Sugeng. Menurut rencana dalam rangkaian KA Malabar tersebut akan disediakan layanan tempat duduk kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi plus (harga tiket di bawah kelas bisnis tetapi lebih tinggi dari ekonomi regular) untuk kenyamanan penumpang. Perjalanan KA Malabar, ditambahkan Sugeng akan ditempuh selama 17 jam, yakni berangkat pukul 15.00 dari Bandung dan tiba di Malang pukul 08.00 keesokan harinya. Dan untuk peluncurannya maka bagi seluruh penumpang akan diberikan tariff promosi yakni Rp200ribu untuk kelas eksekutif, Rp130ribu bisnis, dan Rp80ribu untuk ekonomi plus mulai 30 April hingga 15 Juni 2010.
O omy