Kamis, 03 Januari 2019

Ratusan Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa di Taiwan

Ratusan Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa di Taiwan

Beritabatavia.com - Berita tentang Ratusan Mahasiswa Indonesia Kerja Paksa di Taiwan

Ratusan mahasiswa Indonesia diduga mengalami kerja paksa di pabrik-pabrik di Taiwan. Anggota parlemen Taiwan dari Partai Kuomintang, Ko Chih-en, ...

Ist.
Beritabatavia.com - Ratusan mahasiswa Indonesia diduga mengalami kerja paksa di pabrik-pabrik di Taiwan. Anggota parlemen Taiwan dari Partai Kuomintang, Ko Chih-en, menyebutkan sejumlah universitas mempekerjakan secara paksa ratusan mahasiswa Indonesia ke pabrik-pabrik dalam program magang.

Ko, seperti dilaporkan China Times, menyebut sekitar 300 mahasiswa Indonesia di bawah usia 20 tahun terdaftar di Universitas Hsing Wu melalui program yang dimulai Oktober tahun lalu.

Kementerian pendidikan setempat sejatinya melarang adanya magang untuk mahasiswa tahun pertama. Namun perguruan tinggi yang dimaksud tetap mempekerjakan para mahasiwa yang diangkut ke pabrik-pabrik.

Ko mengatakan para mahasiswa kuliah pada Kamis dan Jumat, sedangkan pada hari Minggu sampai Rabu mereka diangkut dengan bus-bus ke pabrik di Hsinchu.

Di sana, menurut Ko, mereka bekerja dari pukul 07:30 pagi sampai 19:30, dan hanya istirahat dua jam. Mereka juga disebutkan harus berdiri 10 jam per hari, mengepak 30.000 lensa kontak.

Disebutkan Ko, sebagian besar mahasiswa Indonesia merupakan Muslim. Namun, yang mengejutkan, kata Ko, makanan yang disediakan pihak pabrik mencakup hidangan babi. Dia menuduh pihak universitas tidak mendengar keluhan dari para mahasiswa.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Didi Sumedi mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim ke universitas-universitas yang dituding melakukan praktik itu dan juga meminta klarifikasi ke kementerian luar negeri setempat.

"Kita telah mengirim surat ke perwakilan Taiwan di Jakarta untuk sementara waktu menghentikan visa mahasiswa untuk program magang sementara sampai persoalan jelas," kata Didi, seperti dikutip dari laporan BBC, Kamis (3/1/2019).

Didi memperkirakan pekan ini sudah ada hasil temuan pihaknya yang diterjunkan ke universitas-universitas. Dugaan awal, menurut Didi, penyimpangan yang terjadi menyangkut jam kerja dan bukan kerja paksa.

"Kurang pas kalau disebut kerja paksa, karena itu program magang sambil kerja. Kelebihan jam kerja yang menjadi masalah dan kita minta Kemenlu (Taiwan) untuk menegur industri dan juga memberikan penalti kepada universitas bila ada," katanya.

Saat ini terdapat sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan, 1.000 di antara mereka menjalani skema kuliah magang di delapan univeristas mulai tahun ajaran 2017/2018.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat di tengah kebijakan pemerintah Taiwan memberikan beasiswa melalui berbagai program kepada mahasiswa dari 18 universitas termasuk di Indonesia. 0 BBC







Berita Lainnya
Jumat, 08 Maret 2019
Kamis, 07 Maret 2019
Rabu, 06 Maret 2019
Selasa, 05 Maret 2019
Selasa, 05 Maret 2019
Senin, 04 Maret 2019
Minggu, 03 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Rabu, 27 Februari 2019
Senin, 25 Februari 2019