Kamis, 14 Maret 2019

Pariwisata Jakarta Sumbang PAD Rp 1.023 Triliun

Pariwisata Jakarta Sumbang PAD Rp 1.023 Triliun

Beritabatavia.com - Berita tentang Pariwisata Jakarta Sumbang PAD Rp 1.023 Triliun

Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta dari sektor pariwisata mengalami tren kenaikan dari Januari ke Februari 2019. Sedangkan pada tahun 2018 ...

Ist.
Beritabatavia.com - Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta dari sektor pariwisata mengalami tren kenaikan dari Januari ke Februari 2019. Sedangkan pada tahun 2018 dengan periode yang sama justru terjadi penurunan.

"Hal ini menunjukkan tren positif, mengingat selama tahun 2018 PAD DKI Jakarta mengalami turun-naik," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi seperti dilansir dari Antara, Kamis (14/3/2019).

Kenaikan PAD berasal dari semua sektor komponen PAD, yaitu pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan. Data dari Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi Provinsi DKI Jakarta menunjukkan, pada Januari 2019 sebesar Rp 485,174 miliar masuk ke kas daerah, sementara itu pada Februari tercatat ada kenaikan sebesar 22 persen dibanding Februari 2018 menjadi Rp 537,828 miliar.

Pajak restoran penyumbang paling besar di PAD bulan Februari tercatat Rp 306.106.879.971, Rp 164.731.468.065 dari pajak hotel dan Rp 66.989.677.754 dari pajak hiburan. Dengan awal yang baik, diharapkan tren positif ini akan terus bertahan hingga akhir tahun.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta optimistis bisa terus mendorong upaya peningkatan target pendapatan PAD tahun 2019. Edy menegaskan, berbagai upaya dilakukan untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

"Dengan memberikan pelayanan informasi yang baik melalui media sosial, promosi paket pariwisata, kerja kolaborasi dengan komunitas, industri pariwisata dan Pemerintah Pusat serta penyelenggaraan event berskala besar," jelasnya sambil mengharapkan tahun 2019 sebesar 2,9 juta wisatawan mancanegara ke Jakarta dapat tercapai.

Jakarta memiliki obyek wisata yang kerap dikunjungi wisatawan nusantara mauoun mancanegara antara lain:

#. Kampung Warna-warni
Perubahan  terlihat di perkampungan dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Seluruh tembok dan rumah warga di RW 07 Kelurahan Serdang menjadi penuh dengan warna cerah. Jembatan yang memisahkan antara jalan raya dengan pemukiman warga  juga terlihat warna-warni dengan motif polkadot atau ikon-ikon yang mewakili cabang olahraga di Asian Games.  Banyak juga tulisan yang kebanyakan berbunyi 18th Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

#. Video Mapping Monas
Monumen Nasional (Monas) akan tampil berbeda selama gelaran Asian Games 2018. Demi menyambut turis asing, monument yang menjadi ikon Jakarta ini akan menggelar pertunjukan laser dan video mapping terkait Asian Games. Video mapping yang mengambil tema Dari Jakarta untuk Asia tersebut nantinya akan ditampilkan selama 25 menit dan dibagi menjadi tiga segmen. Segmen pertama, video akan menampilkan cerita Asian Games saat digelar di Indonesia pada 1962 lalu, segmen kedua menceritakan soal Jakarta, dan segmen yang ketiga untuk Asian Games tahun 2018 ini.

#. Air Mancur Berjoget
Di Monas selain video mapping, juga ada air mancur menari atau berjoget yang digelar tiap akhir pekan selama Asian Games berlangsung. Tak lupa juga pertunjukan laser digelar setiap hari kerja mulai tanggal 16 Agustus 2018.

#. Taman Lapangan Banteng
Sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno, dibangun Monumen Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng di dekat Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Taman tersebut telah selesai direvitalisasi. Fasilitas yang baru adalah air mancur menari, amfiteater dan kutipan bersejarah. Ada sepuluh panel berisi kutipan-kutipan bersejarah yang terkait peristiwa Indonesia jadi merdeka, KMB (Konferensi Meja Bundar), sampai pidato Bung Karno tentang Irian Barat. Panel-panel itu diharapkan menjadi medium untuk mempelajari sejarah bagi anak-anak yang tengah mengunjungi Taman Lapangan Banteng. Termasuk juga untuk atlet Asian Games.

#. Kota Tua Jakarta
Wisata Kota Tua Jakarta dapat menjadi pilihan yang menarik. Karena melihat bangunan-bangunan peninggalan di zaman Belanda yang masih kokoh dan mengingatkan suasana Jakarta tempo dulu yang begitu kental. Tak heran jika banyak sekali wisatawan yang datang, baik lokal hingga luar negeri. Kawasan ini sudah diperbaiki dan dibenahi sehingga menjadi bersih.

#. Museum Fatahillah
Salah satu spot wisata yang menarik yang dapat kamu kunjungi selama berada di Kota Tua Jakarta adalah Museum Fatahillah. Wisata yang satu ini sepertinya sudah tidak dapat dipisahkan lagi dari Kota Tua. Dapat dikatakan jika museum ini menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Awalnya museum ini diberi nama Museum Batavia ketika masa penjajahan VOC. Tak hanya dijadikan sebagai balai kota, namun juga dijadikan sebagai ruang pengadilan hingga penjara bawah tanah. Tak heran jika Ada banyak sekali benda-benda peninggalan dari jaman Belanda  yang masih tersimpan rapi di Museum Fatahillah.

#. Museum Bank Indonesia
Gedung dengan gaya colonial khas Belanda ini menjadi objek wisata yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kota Tua Jakarya. Museum Bank Indonesia ini adalah peninggalan De Javasche Bank dan sudah berdiri sejak tahun 1828. Disana kamu dapat melihat beragam informasi-informasi terkait perjalanan dari dunia perbankan di Indonesia, sebelum bangsa Belanda dan Jepang mulai berdatangan.

#. Pelabuhan Sunda Kelapa
Objek wisata unik lainnya yang dapat dikunjungi selama berada di wisata Kota Tua Jakarta adalah pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan ini menjadi salah satu pelabuhan penting di Indonesia karena menjadi tempat terhubungnya dengan Negara-negara lainnya.  Dahulunya, pelabuhan ini menjadi tempat persinggahan kapal-kapal asing, namun pada abad ke-5 pelabuhan ini dijadikan sebagai pelabuhan untuk kegiatan berdagang. Meskipun saat ini kegiatannya tidak seramai ketika pelabuhan Sunda kelapa masih berjaya, namun masih banyak wisatawan yang datang berkunjung untuk melihat kegiatan Kapal Pinishi, yang merupakan kapal angkut perdagangan di Indonesia.

#. Museum Wayang
Awalnya tempat ini bernama Hollandsche yang dibangun di tahun 1640. Museum wayang ini memiliki beragam jenis serta bentuk wayang-wayang asli Indonesia. Namun, tak hanya dari Indonesia saja, kamu juga menemukan wayang-wayang dari negara lainnya seperti Thailand, Kamboja, Tiongkok, hingga Suriname. Setiap bulannya tepatnya pada minggu ke-2 dan ke-3, biasanya terdapat gelaran wayang yang dapat kamu saksikan.

#. Museum Bahari
Awalnya tempat ini difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan hasil bumi yang menjadi komoditas utama dari VOC. Tak hanya itu saja kamu bisa melihat berbagai macam perahu tradisional yang digunakan pada jaman VOC. Selain itu, museum ini juga menyimpan berbagai koleksi lainnya seperti biota laut hingga data penyebaran ikan-ikan yang ada di lautan Indonesia.

#. Museum Seni Rupa dan Keramik
Spot wisata lainnya yang harus kamu kunjungi ketika berada di Wisata Kota Tua Jakarta adalah Museum Seni Rupa dan Keramik. Disini kamu bisa menyaksikan 350 lukisan serta 1.350 jenis keramik yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Eropa, Asia, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Uniknya lagi kamu bisa menemukan keramik yang berasal dari abad ke-14, pada jaman kerajaan Majapahit. Ingin membeli oleh-oleh? Terdapat toko souvenir yang menjual beraneka ragam cindera mata cantik yang menarik untuk dibawa pulang. 0 KAY
Berita Lainnya
Minggu, 30 Juni 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Kamis, 27 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Senin, 24 Juni 2019
Sabtu, 22 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019
Kamis, 20 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019
Rabu, 12 Juni 2019
Selasa, 11 Juni 2019
Kamis, 06 Juni 2019