Jumat, 12 April 2019

Bukan Cuma Rokok, Nikotin Ada di Makanan Lhoo...

Bukan Cuma Rokok, Nikotin Ada di Makanan Lhoo...

Beritabatavia.com - Berita tentang Bukan Cuma Rokok, Nikotin Ada di Makanan Lhoo...

Selama ini, nikotin dianggap sebagai salah satu zat berbahaya dari rokok dan harus dihindari. Namun sesungguhnya, senyawa ini ada dalam makanan ...

Ist.
Beritabatavia.com - Selama ini, nikotin dianggap sebagai salah satu zat berbahaya dari rokok dan harus dihindari. Namun sesungguhnya, senyawa ini ada dalam makanan sehari-hari dan dibutuhkan oleh tubuh. Dalam kadar sangat kecil, nikotin dibutuhkan tubuh. Misalnya untuk kesegaran jasmani. Namun, jika terlalu besar bakal membahayakan tubuh.

"Tapi ketika terlampaui batasnya, nah itu berbahaya," tegasĀ  Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI) dokter Mariatul Fadilah seperti dilansir Liputan6.com, Jumat (12/04/2019).

Mariatul mengatakan nikotin tidak hanya didapat dari tembakau. Beberapa makanan seperti kembang kol atau tomat juga mengandung senyawa tersebut.

Mengutip dari Livestrong, konsentrasi nikotin yang terkandung dalam kembang kol adalah 16,8 nanogram per gram. MyHealthyFoods.com juga menyatakan bahwa sayuran ini merpakan sumber vitamin K, C, folat, dan serat yang baik. Sehingga, mengonsumsinya secara teratur akan memberikan manfaat kesehatan seperti perlindungan dari kanker, detoksifikasi dalam tubuh, serta melindungi dari rheumatoid arthritis.

Sementara, untuk jenis tomat hijau, United States Department of Agriculture menyatakan bahwa nikotin yang terkandung dalam buah ini mencapai 42,8 nanogram per gram. Mereka juga mengandung fosfor, kalium, dan vitamin C yang baik selama dikonsumsi dengan cukup.

Salah satu makanan yang juga kaya akan nikotin dalam jumlah cukup adalah terong. Michael T. Murray dalam "The Encyclopedia of Healing Foods" menyatakan bahwa sayuran ini mengandung konsentrasi hingga 100 nanogram per gram serta merupakan sumber serat, vitamin B1 dan B6 yang baik.

Mereka juga mengandung antioksidan bernama nasunin yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. "Jadi buat apa mencari dari tembakau malah berbahaya," ujar dokter yang juga tergabung di Koalisi Indonesia Bebas Tar tersebut.

Nikotin sendiri merupakan zat adiktif yang ada dalam rokok. Senyawa ini bisa membuat seseorang merasa ketagihan dan akan selalu tidak puas. Ketika seseorang sudah terpapar nikotin dan mengalami masalah fisik akibat rokok seperti sakit jantung, kedua hal tersebut harus mendapatkan pengobatan.

"Kalau sakit jantung, jantungnya harus diobati dan nikotinnya di-setop. Kalau masalah psikologis, psikologis-nya harus diobati dan nikotinnya juga di-setop," kata Mariatul menambahkan.

Nikotin sendiri bukan satu-satunya zat mematikan yang harus dihadapi oleh perokok aktif. Senyawa lainnya adalah tar. Maka dari itu, Mariatul meminta agar masyarakat menghindari rokok tembakau dan mencoba untuk mengatasi kecanduannya terhadap rokok apapun caranya. 0 LEO
Berita Lainnya
Senin, 27 Mei 2019
Minggu, 26 Mei 2019
Kamis, 23 Mei 2019
Rabu, 22 Mei 2019
Senin, 20 Mei 2019
Sabtu, 18 Mei 2019
Jumat, 17 Mei 2019
Selasa, 14 Mei 2019
Senin, 13 Mei 2019
Kamis, 09 Mei 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Senin, 06 Mei 2019