Selasa, 11 Juni 2019

Studi: Konsumsi Telur Lebih dari 2 Butir Sehari Berbahaya

Studi: Konsumsi Telur Lebih dari 2 Butir Sehari Berbahaya

Beritabatavia.com - Berita tentang Studi: Konsumsi Telur Lebih dari 2 Butir Sehari Berbahaya


Sebuah studi baru mengklaim mengkonsumsi lebih dari dua butir telur setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian dini. ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Sebuah studi baru mengklaim mengkonsumsi lebih dari dua butir telur setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian dini. Temuan penelitian ini mulanya diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

Dikutip laman Times of India, Selasa (11/06/2019) untuk penelitian tersebut, para peneliti memeriksa pola makan, kesehatan dan gaya hidup hampir 30.000 orang dewasa di AS. Para peneliti melacak kebiasaan mereka selama hampir 31 tahun.

Mereka menemukan bahwa kolesterol dalam telur itu bisa sangat merusak kesehatan kita ketika dikonsumsi dalam jumlah besar. 300 miligram kolesterol dalam tubuh sehari meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 17 persen dan kematian dini sebesar 18 persen.

"Makan beberapa telur seminggu adalah masuk akal, tetapi saya merekomendasikan orang untuk menghindari makan tiga telur dadar setiap hari," ujar penulis studi Katherine Tucker, Profesor University of Massachusetts Lowell. Ia juga menambahkan, "Nutrisi adalah tentang moderasi dan keseimbangan."

Departemen Pertanian AS mengungkapkan satu telur besar mengandung hampir 200 miligram kolesterol. Studi lain menemukan antibiotik yang dikonsumsi selama lebih dari dua bulan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung seperti serangan jantung dan stroke.

"Penggunaan antibiotik adalah faktor paling penting dalam mengubah keseimbangan mikroorganisme dalam usus. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara perubahan di lingkungan mikrobiotik usus dan peradangan serta penyempitan pembuluh darah, stroke, dan penyakit jantung," kata Profesor Lu Qi dan penulis penelitian tersebut. Temuan penelitian ini awalnya diterbitkan dalam Journal of European Heart.

Satu studi menunjukkan waktu di sauna dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung. "Ada beberapa kemungkinan alasan mengapa penggunaan sauna dapat menurunkan risiko kematian akibat CVD," paparnya.

Tim peneliti menunjukkan dalam penelitian sebelumnya bahwa penggunaan sauna tinggi dikaitkan dengan tekanan darah rendah. Selain itu, penggunaan sauna diketahui memicu peningkatan jantung. Tingkat yang sama dengan yang terlihat dalam latihan fisik intensitas rendah hingga sedang," pungkas penulis studi Profesor Jari Laukkanen. 0 KAY



Berita Lainnya
Sabtu, 27 Juli 2019
Jumat, 26 Juli 2019
Kamis, 25 Juli 2019
Senin, 22 Juli 2019
Minggu, 21 Juli 2019
Kamis, 18 Juli 2019
Rabu, 17 Juli 2019
Selasa, 16 Juli 2019
Senin, 15 Juli 2019
Minggu, 14 Juli 2019
Sabtu, 13 Juli 2019
Kamis, 11 Juli 2019