Jumat, 27 Desember 2019 19:46:33

Peredaran Narkoba untuk Malam Pergantian Tahun Digagalkan

Peredaran Narkoba untuk Malam Pergantian Tahun Digagalkan

Beritabatavia.com - Berita tentang Peredaran Narkoba untuk Malam Pergantian Tahun Digagalkan

NGERI, peredaran narkoba di wilayah Jakarta masih sangat memprihatinkan. Apalagi menjelang malam pergantian tahun 2020, bagi yang bekantong tebal ...

Peredaran Narkoba untuk Malam Pergantian Tahun Digagalkan Ist.
Beritabatavia.com -

NGERI, peredaran narkoba di wilayah Jakarta masih sangat memprihatinkan. Apalagi menjelang malam pergantian tahun 2020, bagi yang bekantong tebal dirayakan dengan pesta narkoba. Namun sebelum barang haram ini sampai ke tangan konsumen, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya beserta Polres jajaran melakukan operasi secara gancar.

Operasi yang dilakukan pada periode bulan November – Desember 2019, berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika, sebagian besar narkotika yang berhasil diungkap yaitu narkotika jenis Ganja. "Polda Metro Jaya terus gencar mengungkap kasus narkoba, karena korbannya terus berjatuhan dan peredaran pun semakin meningkat. Karenanya kita sikat," papar  Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono dalam konferensi pers akhir tahun di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12/2019).

Dilanjutkan, menurut pengakuan para tersangka narkotika jenis Ganja kini paling banyak beredar Wilayah DKI Jakarta. Meningkatnya ini menjelang  malam pergantian tahun 2020. "Jadi sebelum beredar ke masyarakat, kita bendung dulu. Dan kami melakukan pencegahan dengan pengungkapan kasus narkoba secara gencar mendekati tutup tahun," tambahnya.

Dari para pelaku yang berhasil ditangkap Direktorat Reserse Narkoba beserta Polres jajaran berhasil mengamankan barang bukti narkotika sebagai berikut: .
Barang bukti:  Ganja : 746,87 Kg, Shabu : 26,28 Kg,  Ekstasi : 6.528 Butir, Heroin : 4,5 Kg,  Happy Five : 704 Butir dan Ketamin : 2,57 Gram

Para tersangka yang ditangkap sebanyak 47 orang tersangka, terhadap beberapa tersangka telah dilakukan tindakan TEGAS dan terukur karena melakukan perlawanan saat akan dilakukan penangkapan.

Di tempat terpisah, Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Metro Bekasi berhasil menangkap kurir ganja 200 kilogram yang sedianya akan digunakan untuk pesta Tahun Baru 2020.  Kurir ganja yang berhasil diamankan petugas berinisial AR alias ODI (23) merupakan seorang residivis asal Lapas Gunung Sindur Bogor.

"Ganja seberat 200 kilogram yang berhasil kami sita terindikasi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pesta malam pergantian tahun," papar
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara  di Cikarang, Jumat (27/12).

Dilanjutkan penangkapan AR alias ODI berawal dari informasi masyarakat yang menyebut ada peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Perumahan Grand Resident, Kecamatan Setu. Berbekal informasi itu petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga mendapat petunjuk identitas pelaku peredaran narkotika jenis ganja tersebut. "Setelah mendapatkan nama dan ciri-ciri pelaku petugas kami langsung melacak keberadaan pelaku," katanya.

Petugas menemukan keberadaan AR di Apartemen Margonda Resident Nomor 1206 Jalan Margonda Raya Nomor 28 Kota Depok, Jawa Barat. "Saat itu tersangka langsung kita tangkap, tepatnya pada Senin (23/12) pukul 02.00 WIB," ungkapnya.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka petugas berhasil mengungkap gudang tempat penyimpanan narkotika jenis ganja di Jalan Sersan Aning RT 004/005 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Saat hendak menunjukkan lokasi gudang penyimpanan tersangka melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa melumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki. "Karena pelaku melawan dan hendak melarikan diri, petugas melumpuhkan dengan menembak kaki bagian kiri," kata dia.

Dari penggeledahan di gudang milik tersangka petugas berhasil menyita barang bukti seberat 200 kilogram ganja. Tersangka mengaku mendapatkan ganja dari AMR alias TJ seorang warga binaan di Lapas Gunung Sindur pada Senin (23/12) pukul 15.30 WIB di bawah jalan layang Pasar Rebo, Jakarta Timur. Tersangka mengaku akan diberikan upah sebesar Rp1 juta persatu kilogram ganja yang berhasil dijual. "Selanjutnya terduga pelaku berikut barang bukti dibawa ke kantor Satnarkoba Polres Metro Bekasi guna proses pengusutan dan penyidikan lebih lanjut," kata Candra. 0 END

 

 

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 06 Agustus 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020