Kamis, 05 Maret 2020 16:45:51

Polri Memburu Penimbun Masker

Polri Memburu Penimbun Masker

Beritabatavia.com - Berita tentang Polri Memburu Penimbun Masker

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo mengingatkan agar jangan ada yang coba-coba ...

Polri Memburu Penimbun Masker Ist.
Beritabatavia.com -

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo mengingatkan agar jangan ada yang coba-coba menimbun masker. Pihaknya terus memburu para spekulan masker maupun hand sanitizer, karena tindakan mereka melanggar hukum.

Keseriusan Polri terbukti dengan pengungkapan 17 kasus dan menangkap puluhan tersangka penimbunan masker. Kejahatan tersebut membuat harga masker di masyarakat melambung tinggi seiring meningkatnya kebutuhan sejak masuknya virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

“Sampai Kamis 5 Maret 2020, sudah ada 17 kasus yang kita tangani terkait penimbunan masker, termasuk juga masalah syarat-syarat peredaran yang belum lengkap," kata Komjen Listyo Sigit Prabowo, saat Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2020).

Dalam bahan paparan yang dia sampaikan, ada 17 kasus termasuk hoax soal corona, 14 diantaranya penimbunan masker maupun hand sanitizer. Terkait kasus tersebut, polisi sudah menetapkan 30 tersangka dan mengamankan barang bukti berupa 822 kardus, 61.550 lembar masker, 138 kardus sanitizer.

Kabareskrim menjelaskan, kasus tersebut terjadi di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur. Untuk di Jakarta sendiri kasus yang terungkap mencapai 3 kasus dan melibatkan 13 tersangka.

"Dalam dua tiga hari ini kita melakukan kegiatan operasi di beberapa wilayah. Di Polda Metro Jaya ada 3 kasus, tersangka 13," kata Komjen Listyo Sigit Prabowo.
Selain itu ada pula pihak-pihak yang memilih menjual masker ke luar negeri ketimbang menjualnya di dalam negeri.

"Memang ada modus operandi bahwa mereka lebih melayani kebutuhan luar negeri dari pada luar negeri. Karena memang kebutuhan luar negeri begitu luar biasa sehingga harganya jadi jauh lebih menarik, kemudian memicu beberapa spekulan lebih cenderung memasarkan ke luar negeri daripada ke dalam negeri," tambahnya. O red
 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 28 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Jumat, 17 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 01 Juli 2020
Selasa, 30 Juni 2020
Rabu, 24 Juni 2020
Minggu, 21 Juni 2020
Rabu, 17 Juni 2020
Rabu, 17 Juni 2020
Jumat, 12 Juni 2020