Rabu, 18 Maret 2020 11:45:38

Gubernur Sultra Merinding, 49 TKA China Langsung di Lockdown

Gubernur Sultra Merinding, 49 TKA China Langsung di Lockdown

Beritabatavia.com - Berita tentang Gubernur Sultra Merinding, 49 TKA China Langsung di Lockdown

Sempat merinding, Gubernur Sultra, Ali Mazi langsung memerintahkan supaya 49 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang mendarat di Kendari, Minggu ...

Gubernur Sultra Merinding, 49 TKA China Langsung di Lockdown Ist.
Beritabatavia.com -

Sempat merinding, Gubernur Sultra, Ali Mazi langsung memerintahkan supaya 49 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang mendarat di Kendari, Minggu (15/3)  di lockdown di area perusahaan tempat mereka bekerja.

"Saya merinding juga pas tau begitu (tidak di karantina saat tiba di Jakarta). Sudah, sudah saya perintahkan semua, Dinas Kesehatan, dokter, sudah semua. Mereka ada disana disana (area perusahaan). Ada Polisi, dari Brimob juga sudah disana. Jadi mereka (49 TKA) kita lockdown disana. Tidak boleh keluar," kata GubernurSultra Ali Mazi, seperti dilansir CMBC Indonesia.

Ihwal kedatangan 49 TKA asal China dikonfirmasi oleh kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sofyan. Kepada wartawan, Senin (16/3) malam. Menurut Sofyan,  para TKA itu adalah TKA baru yang berangkat dari China, transit ke Thailand, sebelum akhirnya tiba di Indonesia.

Sofyan lalu menjelaskan kronologi keberangkatan TKA tersebut dari China, kemudian ke Thailand, lalu tiba di Jakarta, sebelum akhirnya tiba di Bandara Kendari.
Pertama, para TKA itu menggunakan visa kunjungan yang diterbitkan pada 14 Januari 2020 di KBRI Beijing untuk kegiatan calon TKA dalam rangka uji coba kemampuan berkerja.

Lalu, berdasarkan cap tanda masuk pihak Imigrasi Thailand yang tertera pada paspor, mereka tiba di Thailand pada 29 Februari 2020.
Berdasarkan surat sertifikat kesehatan pemerintah Thailand, sejak 29 Februari  hingga 15 Maret 2020, para TKA itu telah dikarantina di Thailand, dan surat tersebut sudah di verifikasi oleh Perwakilan RI di Bangkok, Thailand, pada 15 Maret 2020. Selanjutnya, TKA China tersebut keluar dari Thailand pada 15 maret 2020, dan menuju ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Tiba di Bandara Soetta, ke 49 TKA China dilakukan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta. Kemudian, pihak KKP menerbitkan surat rekomendasi berupa kartu kewaspadaan kesehatan pada setiap orang tersebut. "Jadi 49 orang itu sudah masuk di KKP semua,"  kata Sofyan.
Selanjutnya, petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta memberi izin masuk para TKA tersebut pada tanggal 15 Maret 2020 setelah menunjukkan surat rekomendasi dari KKP Bandara Soekarno Hatta. "Kalau tidak ada surat rekomendasi dari KKP, ya jelas tidak akan bisa masuk," tegas Sofyan.

Para TKA China tersebut langsung berangkat menuju Kendari, dan tiba di Bandara Haluoleo Kendari pada Minggu, 15 Maret 2020 sekitar pukul 20.00 WITA menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA696. Sofyan juga mengatakan bahwa warga negara Tiongkok itu memiliki dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku.

Sementara peraturan Menkumham Nomor 7 tahuan 2020 pasal 3ayat 2 mewajibkan seluruh TKA yang tiba di Indonesia harus menjalani karantina selama 14 hari.

Sofyan menyebut, bahwa 49 TKA asal China itu belum menjalani karantina sejak tiba di Indonesia, dan hanya mendapatkan kartu kewaspadaan kesehatan dari KKP Bandara Soekarno Hatta. "Belum, belum di karantina," akunya.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengaku sempat merinding, setelah mengetahui para TKA itu belum dikarantina. Sehingga langsung memerintahkan seluruh jajarannya untuk berkordinasi dan melakukan karantina atau lockdown terhadap para TKA asal China itu di area perusahaan tempat mereka bekerja.
Diketahui, ke 49 TKA tersebut akan berkerja di perusahaan smelter milik di PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) yang ada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra. O red

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Jumat, 04 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Senin, 31 Agustus 2020
Jumat, 28 Agustus 2020
Jumat, 21 Agustus 2020