Senin, 23 Maret 2020 13:45:06

Ketika Dokter Meregang Nyawa di Tengah Wabah Corona

Ketika Dokter Meregang Nyawa di Tengah Wabah Corona

Beritabatavia.com - Berita tentang Ketika Dokter Meregang Nyawa di Tengah Wabah Corona

“Selamat jalan Mas Koko, maaf saya belum berhasil mendorong agar pemerintah @jokowi serius mengatasi pandemik Covid-19,” cuitan ...

Ketika Dokter Meregang Nyawa di Tengah Wabah Corona Ist.
Beritabatavia.com -

“Selamat jalan Mas Koko, maaf saya belum berhasil mendorong agar pemerintah @jokowi serius mengatasi pandemik Covid-19,” cuitan @drpiono, kepada kerabatnya dr Djoko Judodjoko yang meninggal di RSPAD, Gatot Subroto Sabtu (21/3) pukul 11.15, setelah dinyatakan suspect corona. Alamarhum adalah dokter bedah di Bogor Medical Center (BMC). “Mas terinfeksi karena aktif beri layanan. Banyak petugas kesehatan yang terinfeksi dan pergi, minimnya APD (alat pelindung diri) sulit dimaafkan. Tidak cukup bicara, kita semua berbuat,” tambah  @drpiono dalam ciutannya.

Pagi ini, kita dan khususnya keluarga besar Universitas Indonesia negeri kembali berduka. Prof.DR. dr Bambang Sutrisna, MHSc guru besar epidemiologi FKM UI, dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Persahabatan, Senin 23 Maret 2020 pukul 08.30. Rumah sakit persahabatan mengkonfirmasi status almarhum pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19."Benar mas, kami sedang berduka atas berpulangnya beliau," kata Humas UI Egia Tarigan.
Egia mengaku masih mencari informasi apakah almarhum benar pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19, agar tidak menjadi berita hoax.

Pesan duka meninggalnya Prof Bambang Sutrisna tersebar di group WhatsApp:
Innalillahi wa innalillahi Rojiun...
Telah wafat Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna, MHSc (Guru besar Epidemiologi FKM UI), meninggal di RS Persahabatan pagi ini jam 08.30 WIB.
Telah dikonfirmasi dengan RS Persahabatan, beliau sbg PDP Covid-19.
Terakhir alm. Prof. Bambang memberikan kuliah jarak jauh dengan mahasiswa pada hari Sabtu, 21/3/2020, selama perkuliahan alm. tidak berhenti batuknya..
Allahumagh firlahu warhamhu waafihi wa'fu anhu..

Pandu Riono pemilik akun twitter @drpriono menyebut “ Kita tidak mengantisipasi secara serius, merespon munculnya tsunami corona. Virus corona diperkirakan sudah masuk ke indonesia, wuhan saat alami pandemik, karena indonesia itu terkoneksi. Suspek sdh ada, kemampuan deteksi kita masih terbatas. False Negatif. #COVIDIOT

Ditengah wabah virus corona atau covid 19 merebak dan jumlah korban tertular maupun meninggal dunia terus meningkat. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta Pemerintahan Presiden Jokowi segera menerapkan kebijakan lockdown atau isolasi diri. IDI berpendapat, cara itu merupakan langkah efektif untuk menekan penyebaran virus Covid-19 alias corona.
"Iya amat sangat setuju lockdown dan minta segera diberlakukan karena itu penting," kata Ketua Satgas Covid-19 IDI Profesor Zubairi Djoerban di Jakarta, Ahad (22/3).
Dia meminta pemerintah untuk tidak alergi dengan istilah lockdown untuk memerangi penyebaran virus corona. Menurutnya, Indonesia perlu waspada mengingat ada potensi fenomena gunung es berkenaan dengan virus tersebut.

Artinya, dia mengungkapkan, ada kemungkinan penambahan jumlah pasien secara signifikan kalau pandemik ini tidak ditangani secara serius. Terlebih jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Corona terus meningkat secara nasional.

Kendati, dia mengaku mengerti sikap pemerintah yang saat ini masih bimbang terkait kebijakan tersebut. Namun, dia melanjutkan, sementara pemeritnah masih menimbang kebijakan tersebut, mereka bisa menerapkan kebijakan lain serupa dengan lockdown dengan istilah berbeda.

"Selama yang dikerjakan sekarang adalah isunya sama dengan lockdown enggak usah pake lockdown sementara juga tidak apa-apa," katanya.
Zubairi berpendapat, pemerintah harus menegaskan bahwa penerapan social distancing wajib dijalankan dengan maksimal. Dia meminta pemerintah menjalankan lebih serius lagi terkait kebijakan bekerja dari rumah, penutupan sekolah-sekolah, pembatalan rapat, asrisan, makan di restoran hingga piknik dengan meminta masyarakat menetap di rumah. O red

 

Berita Lainnya
Rabu, 01 April 2020
Rabu, 25 Maret 2020
Selasa, 24 Maret 2020
Senin, 23 Maret 2020
Rabu, 18 Maret 2020
Rabu, 18 Maret 2020
Jumat, 13 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Rabu, 11 Maret 2020
Selasa, 10 Maret 2020
Sabtu, 07 Maret 2020
Kamis, 05 Maret 2020