Kamis, 02 April 2020 11:20:44

Psikolog Lita Gading, Stay at Home Nikmat or Neraka

Psikolog Lita Gading, Stay at Home Nikmat or Neraka

Beritabatavia.com - Berita tentang Psikolog Lita Gading, Stay at Home Nikmat or Neraka

Ucapan diam di rumah atau stay at home (SAH) menjadi popular akhir-akhir ini. Apakah popularitas kata stay at home akan pupus setelah wabah virus ...

Psikolog Lita Gading, Stay at Home Nikmat or Neraka Ist.
Beritabatavia.com -

Ucapan diam di rumah atau stay at home (SAH) menjadi popular akhir-akhir ini. Apakah popularitas kata stay at home akan pupus setelah wabah virus corona atau covid-19 reda, biarlah waktu yang menjawab.
Pertanyaannya, apakah stay at home akan memberikan kenikmatan bagi setiap orang yang menjalaninya.. ?

“ Hmmm.. belum tentu,” kata psikolog kondang DR Lita Gading M.Soc.Sv.M.Psi saat berbincang di ruang kerjanya beberapa saat lalu.

Lita menjelaskaan,  mungkin yang memiliki kepribadian tertutup atau introvert, stay at home hal yang biasa. Karena mereka kurang suka berinteraksi dengan dunia luar, bersosialisasi dengan teman-teman apalagi nongkrong seraya ngopi di cafe dan sebagainya. Sehingga stay at home bagi mereka adalah kebahagiaan ditambah lagi dengan ketersediaan internet, sehingga bisa leluasa berselancar di dunia maya. Karena tanpa SAH juga mereka lebih suka mengurung diri di kamar, daripada berkumpul dengan saudara-saudaranya atau teman-temannya.
 
“Tetapi, dalam kondisi seperti saat ini, bukan berarti orang introvert tidak stress. Justru mereka lebih mudah stress,” ungkap Lita Gading, dengan senyum khas wanita cantik ini.

Lalu, apakah ada potensi bahaya akibat dari stay at home ?

“ Tentu. Apalgi jika tidak pandai mensiasatinya.  Lebih rentan lagi kalau rumahnya sempit tapi penghuninya ada beberapa orang, dan tidak ada fasilitas seperti internet. Bisa membuat hatinya bergejolak, cemas,gundahdan takut akan tertular  wabah virus corona yang mematikan itu, sementara perut juga harus tetap diisi,” kata Lita dengan raut wajah serius.

Menurutnya, Pemerintah mengambil langkah ini mungkin demi kebaikan bersama agar wabah virus terputus mata rantainya. Kemudian memberikan segala kebijakan-kebijakan seperti keringanan membayar listrik, cicilan dan lain-lain.

“Tetapi ? Itu saja tidak cukup! ,” ujar Lita Gading

Wanita cantik kelahiran 10 September ini, diam sejenak seraya membayangkan apa yang dirasakan orang-orang yang ekstrovert atau berkepribadian terbuka saat menjalani stay at home.  
“ Bagi mereka stay at home adalah neraka dan membuat mereka stress. Bahkan mereka menganggap perampasan hak asasi,” ungkap Lita Gading.

Karena, Lita menjelaskan, orang-orang yang berepribadian ekstrovert sangat suka berinteraksi dengan orang lain, bersosialisi, ngobrol sana sini, Tidak mau diam selalu aktif, bahkan dalam mengembangkan idenya itu harus keluar dari tempat satu ke tempat lainnya. Jika tidak ide nya tidak akan keluar, kurangnya aktualisasi diri juga membuat orang menjadi “mati gaya”. Sulit mengekplor kreatifitasnya bahkan bisa terjadi perubahan prilaku karena stres melanda hati dan pikiran. Emosi meningkat karena kurang nya pelampiasan kejenuhan , marah-marah.
 
Bahkan, Lita mengungkapkan cerita seorang temannya yang sedang stay at home gegara wabah virus corona atau covid-19.
“ Teman saya cerita stay at home jadi lebih boros. Karena kurang aktifitas sehingga  lebih sering belanja online. Awalnya untuk mengusir kejenuhan agar bisa membahagiakan hati (self defense) justru jadi lebih banyak makan, “ tutur Lita Gading.

Nah, psikolog kondang Lita Gading mengingatkan agar waspada obesitas karena terlalu banyak makan saat stay at home. Lita meyakini banyak orang diluar sana yang stress karena stay at home terlalu lama bahkan lebih parah dari kondisi temannya yang sudah mengarah obesitas.

Lita Gading, yang juga pemeran sejumlah sinetron menjelaskan, kebijakan stay at home juga memberikan resiko pada sejumlah jenis pekerjaan seperti supir angkutan umum, transportasi online, pengusaha restoran, rumah makan, penjaja makanan, hotel, event organizer, Motivator Omzet pekerjaan ini dapat turun secara signifikan. Kalau sudah seperti ini apa yang bisa kita lakukan?
1. Berpikir positif : karena pencegahan penyebaran virus korona dapat berhasil dengan dukungan aktif semua lapisan masyarakat.
2. Rubah mindset : bahwa kesehatan hanya kita sendiri yang bisa mencegah dan mengobatinya , bukan dokter atau jasa kesehatan lainnya.
3. Percaya diri : kita harus tetap optimis , dengan adanya virus ini adalah teguran dari Allah, namun kita harus tetap percaya diri semua bisa kita lewati keadaan ini dengan tetap menjaga diri dan bersikap baik.

Ah Klise,  tapi Lita Gading menyebut itulah kenyataan nya yang terjadi sekarang ini, apapun kepribadianmu kita semua harus jaga kesehatan , tetap berpikir positif , menjadi diri sendiri tanpa terprofokasi orang lain, itu yang terbaik. Karena  belum ada yang bisa mengukur berapa besar presentasi kepribadian Introvert & Extrovert itu. Sampai sekarang belum ada yang bisa mengukurnya.

DR Lita Gading juga tercatat sebagai konsultan di berbagai perusahaan nasional maupun internasional berharap, kebijakan pemerintah harus juga mempertimbangkan dari sudut pandang psikologis. Sisi kepribadian manusia juga harus dijadikan pertimbangan, jangan hanya memikirkan ekonomi tapi orang-orang bisa runtuh satu persatu. Namun Lita mengajak semua pihak untuk mendukung kebijakan pemerintah yang sudah ditetapkan seperti stay at home.

Sampai kapan? Nah itu juga kita tidak tau , waktu yang sudah di tentukan hanya sifatnya sementara bisa di perpanjang bisa juga tidak. Kita berharap virus ini akan segera berlalu. Dan kita semua hidup tenang tanpa di kuasai rasa cemas. O Edison  

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Jumat, 17 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Senin, 13 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Minggu, 29 Desember 2019
Sabtu, 28 Desember 2019
Kamis, 26 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019