Sabtu, 11 April 2020 14:35:49

Sempat Tertahan 2 Jam, Bripka Jerry Siap Kuburkan Jenazah Covid-19

Sempat Tertahan 2 Jam, Bripka Jerry Siap Kuburkan Jenazah Covid-19

Beritabatavia.com - Berita tentang Sempat Tertahan 2 Jam, Bripka Jerry Siap Kuburkan Jenazah Covid-19

Protap atau apapun namanya menjadi tidak penting, apabila pelaksananya tidak bertanggungjawab dan kurang peduli. Seperti peristiwa yang terjadi di ...

Sempat Tertahan 2 Jam, Bripka Jerry Siap  Kuburkan Jenazah Covid-19 Ist.
Beritabatavia.com -

Protap atau apapun namanya menjadi tidak penting, apabila pelaksananya tidak bertanggungjawab dan kurang peduli. Seperti peristiwa yang terjadi di Minahasa Utara (Minut), Jumat 10 April 2020.

Ambulance yang membawa jenazah pasien covid-19 nomor 07 tiba di lokasi pemakaman pukul 10.20 WITA. Tetapi baru dimakamkan pukul 12.30 WITA, setelah anggota polisi dan keluarga almarhum bersedia menjadi relawan untuk menguburkan jenazah. Jenazah pasien covid-19 sempat tertahan hampir dua jam di dalam mobil ambulance, sebab petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Minut tidak ada di lokasi pemakaman.

Dalam situasi yang serba tidak jelas itulah, Kanit Reskrim Polsek Dimembe, Bripka Jerry Tumondo langsung menyatakan bersedia memakamkan jenazah. Kemudian disusul kesediaan anak tiri almarhum menjadi sukarelawan. Bripka Jerry Tumondo dan sukarelawan lainnya melaksanakan pemakaman setelah pihak Satgas Covid-19 Sulawesi Utara memberikan alat perlindungan diri (APD).

Kapolsek Dimembe, AKP Deky Demus, mengatakan pihaknya berinisiatif untuk ikut melakukan penguburan, karena melihat kondisi di lapangan, di mana tidak ada orang yang mau melakukan penguburan jenazah.

"Tidak ada yang bersedia akhirnya polisi saja yang bersedia. Jika tidak demikian, tidak akan dikuburkan. Kasihan. Jadi, pak Kanitreskrim  Bripka Jerry Tumundo yang pertama mengatakan bersedia melakukan pemakaman jenazah," kata AKP Deky Demus.

Kapolsek Demus mengaku sempat khawatir, mengingat Bripka Jerry Tumundo sehari sebelumnya baru diambil darah.

"Tapi beliau mengaku siap karena kasihan melihat jenazah yang telantar," kata Demus.

Sementara, juru bicara Satgas COVID-19 Sulut, dr Steaven Dandel menyayangkan tidak adanya pendampingan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara. Seharusnya sejak awal Dinas Kesehatan terutama puskesmas setempat harus berada di tempat, sekaligus menjelaskan kepada masyarakat tentang pemakaman yang akan dilakukan.

"Di sejumlah daerah lain jika ada pemakaman seperti ini, semua dinas kesehatan ada di tempat. Ini terjadi miss. Kenapa harus ada Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota setempat, itu untuk mengantisipasi kalau ada penolakan masyarakat. Tapi ini disayangkan karena hari ini miss," kata Dandel.

Terkait dengan protap pemakaman jenazah COVID-19, sebenarnya Dandel mengaku tidak perlu harus petugas medis. Menurutnya, siapa saja bisa melakukan pemakaman selama Alat Perlindungan Diri atau APD digunakan.

"Mungkin ke depan kita akan lakukan rapat lagi, walaupun sebenarnya sudah ada protap. Ini perlu karena jangan sampai terjadi miss seperti ini lagi," tutur Dandel, seraya menyampaikan apresiasi kepada Bripka Jerry Tumondo. O red

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 28 Maret 2020
Sabtu, 21 Maret 2020
Jumat, 20 Maret 2020
Kamis, 19 Maret 2020
Sabtu, 14 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Kamis, 05 Maret 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Minggu, 16 Februari 2020
Selasa, 11 Februari 2020
Sabtu, 08 Februari 2020