Selasa, 21 April 2020 16:14:10

PSBB Setengah Hati, Pasien Positif 7.135 Sembuh 842 Meninggal 616 Dirawat 5.677

PSBB Setengah Hati, Pasien Positif 7.135 Sembuh 842 Meninggal 616 Dirawat 5.677

Beritabatavia.com - Berita tentang PSBB Setengah Hati, Pasien Positif 7.135 Sembuh 842 Meninggal 616 Dirawat 5.677

Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diwilayah DKI Jakarta dan Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi tidak akan memberikan dampak ...

PSBB Setengah Hati, Pasien Positif 7.135 Sembuh 842 Meninggal 616  Dirawat 5.677 Ist.
Beritabatavia.com -

Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diwilayah DKI Jakarta dan Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap upaya pencegahan penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19, apabila dilakukan dengan setengah hati. Pengamat kebijakan publik, Trubus Rasdiansyah, melihat   sikap dan tindakan setengah hati pemerintah dari sisi aturan. Seperti Pergub yang melarang sebagian aktivitas tetapi di sisi lain hanya membatasi. Ahli Epidemiologi UI, Pandu Riono, juga mengingatkan PSBB akan efektif jika disertai dengan sanksi yang tegas.

Karena setengah hati, hingga hari ke 11 PSBB di DKI Jakarta, masih banyak perusahaan yang tetap beroperasi, meskipun bukan termasuk sektor usaha yang dikecualikan. Membuat para karyawan perusahaan tersebut tetap melaksanakan aktivitas seperti hari-hari biasa. PSBB menjadi tontonan menggelikan yang seharusnya tidak perlu terjadi, bila pemerintah tidak setengah hati melarang perusahaan beroperasi selain sektor usaha yang dikecualikan. Maka petugas tidak perlu bergerombol di ruas –ruas jalan untuk mencegah warga beraktivitas.  Kurangnya kesadaran masyarakat tidak jauh berbeda dengan lemahnya sikap dan kesiapan serta kemampuan pemerintah melaksanakan PSBB.

Sehingga wilayah penyebaran virus corona atau covid-19 semakin massif dan jumlah yang tertular terus bertambah. Seperti data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, terhitung Selasa 21 April 2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 bertambah 167 orang sehingga jumlah total menjadi 3.279 orang.  Pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 49 orang sehingga jumlah totalnya menjadi 286 orang.

Kemudian pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah delapan orang sehingga jumlah total menjadi 305 orang. Sementara   pasien yang dirawat bertambah 109 orang maka jumlah total sebanyak 1.935 orang. Pasien yang melakukan isolasi mandiri bertambah satu orang maka jumlah totalnya menjadi 753 orang.

PSBB setengah hati, nyaris tak mampu memberikan kabar baik terhadap upaya  pencegahan penyebaran dan penularan covid-19 pada skala nasional. Seperti upaya pemerintah yang dilaksanakan kementerian, lembaga dan badan serta berbagai pihak lainnya yang  dikordinir Gugus Tugas Penanganan Covid-19.  Seperti update informasi covid-19 secara nasional yang disampaikan juru bicara (Jubir) pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, Selasa 21 April 2020.

Disebutkan, berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga Selasa 21 April 2020, pukul 12.00 WIB. Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 bertambah 375 orang sehingga jumlah total sebanyak 7.135 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 95 orang maka jumlah total menjadi 842 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 26 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 616 orang. Begitu juga pasien yang sedang menjalani perawatan sebanyak 5.677 orang.

Achmad Yurianto kembali meminta semua pihak agar terus meningkatkan kesadaran untuk menaati imbauan tentang pencegahan penyebaran dan penularan covid-19 yang telah disampaikan pemerintah.

“Peningkatan jumlah pasien yang tertular dan penyebaran wilayah yang terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah,” kata Achmad Yurianto, Selasa (21/4).

Menurutnya, upaya efektif untuk mengatasi covid-19 adalah dengan cara memutus mata rantai penyebaran dan penularan. Sehingga sosial distancing dan stay at home serta physical distancing maupun menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun, adalah upaya efektif untuk mencegah penyebaran dan penularan covid-19.

Selain itu, pria yang biasa disapa Yuri itu mengatakan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah. Pemerintah tetap bekerja keras melakukan berbagai upaya melalui kementerian,lembaga dan berbagai pihak dikordinir oleh Gugus Tugas Penanganan covid-19. Seperti  test real time specimen lebih dari 50 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC).

Dijelaskan, sampai saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini masih sebanyak 37 laboratorium yang berada di berbagai wilayah Indonesia. Membuka lebih banyak konsultasi telemedis dengan menggunakan teknologi, untuk mengurangi kunjungan orang ke rumah sakit.
Diharapkan dengan kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan dan mendapatkan hasil sebagai data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing yang akan dilakukan agar pemutusan rantai penyebaran dan penularan covid-19 efisien dan efektif. O son
 

Berita Lainnya
Jumat, 16 Oktober 2020
Kamis, 15 Oktober 2020
Rabu, 14 Oktober 2020
Selasa, 13 Oktober 2020
Senin, 12 Oktober 2020
Minggu, 11 Oktober 2020
Sabtu, 10 Oktober 2020
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020