Sabtu, 25 April 2020 16:23:36

PSBB Plus Sanksi Tegas, Pasien Positif 8.607 Sembuh 1.042 Meninggal 720 Dirawat 6.845

PSBB Plus Sanksi Tegas, Pasien Positif 8.607 Sembuh 1.042 Meninggal 720 Dirawat 6.845

Beritabatavia.com - Berita tentang PSBB Plus Sanksi Tegas, Pasien Positif 8.607 Sembuh 1.042 Meninggal 720 Dirawat 6.845

Keterbatasan membuat pemerintah seperti salah tingkah dan tertekan akibat wabah virus corona atau covid-19. Kerja keras dan berbagai upaya yang ...

PSBB Plus Sanksi Tegas, Pasien Positif 8.607 Sembuh 1.042 Meninggal 720 Dirawat 6.845 Ist.
Beritabatavia.com -

Keterbatasan membuat pemerintah seperti salah tingkah dan tertekan akibat wabah virus corona atau covid-19. Kerja keras dan berbagai upaya yang dilakukan belum mampu menghalau, justru penyebaran dan penularan covid-19 semakin massif. Sehingga perbedaan  antara pulang kampung dan mudik bukan lagi diskusi serius tetapi merebak menjadi komedi lucu-lucuan.

Stay at home, sosial distancing, physical distancing, cuci tangan dengan sabun, tetap menggunakan masker adalah imbauan dan anjuran pemerintah. Kemudian kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun akan diberlakukannya larangan mudik. Namun, belum juga berdampak yang membuat penyebaran dan penularan covid-19 akan menurun.

Seperti PSBB yang telah dilaksanakan di wilayah DKI Jakarta sejak 10 April 2020. Kemudian disusul dengan  wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Tetapi tidak juga berdampak signifikan terhadap upaya pencegahan penyebaran dan penularan covid-19.

Berdasarkan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, terhitung Sabtu 25 April 2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 76 orang sehingga jumlah total menjadi 3.681 orang.  Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 7 orang dan jumlah totalnya menjadi 334 orang.
Kemudian pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 19 orang sehingga jumlah total menjadi 350 orang. Sementara   pasien yang dirawat berkurang 41 orang maka jumlah total tinggal 1.947 orang. Pasien yang melakukan isolasi mandiri bertambah 91 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.050 orang.

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menilai PSBB di wilayah DKI perlu pengawasan dan sanksi yang tegas. Tetapi, Pemprov DKI juga harus menyiapkan dan memberikan solusi maksimal sebagai konsekuensi dari kebijakan yang dibuat. Tetapi yang paling penting adalah pencegahan covid-19 harus didasari atas kesadaran baik masyarakat maupun pemerintah sebagai pelaksana.

“Pemerintah harus membangun kesadaran masyarakat dan memberikan contoh, sehingga ketaatan itu lahir dari kesadaran pentingnya keselamatan,” kata Prasetyo Edi Marsudi, Sabtu (25/4).

Sementara wakil ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Li Claudia Chandra, menilai PSBB di Tangsel sudah berjalan satu minggu. , Tetapi harapan akan dapat mengurangi atau memutus mata rantai penyebaran dan penularan covid-19 sungguh jauh pangang dari api.

“Kegiatan masyarakat masih berjalan normal, seperti tidak terjadi apapun. Titik chek point sebagai pintu masuk pemeriksaan dan pencegahan hanya semangat di hari pertama. Tindakan serupa tidak dilakukan dari mulai tingkat RT dan RW seperti yang diatur dalam Peraturan Walikota Tangsel,”kata Li Claudia Chandra, Sabtu (25/4).

Menurutnya, petugas penindakan seperti membiarkan pelanggaran terus terjadi. Masih banyak masyarakat yang abai menggunakan masker, sehingga PSBB tidak memberikan efek apapun terhadap upaya pencegahan penyebaran dan penularan covid-19.

“Banyak bidang usaha yang dilarang tetapi tetap beroperasi saat pelaksanaan PSBB. Sebaiknya pemerintah segera melaksanakan tindakan tegas terhadap semua bentuk pelanggaran PSBB,” tegasnya.   

Dia mendesak Gugus Tugas  Covid-19 Kota Tangerang segera melakukan evaluasi dan mengambil tindakan taktis dan tegas agar masyarakat benar-benar terlindungi dari wabah covid-19 dan penyebarannya segera berakhir.

Juru bicara (Jubir) Pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, ditengah semakin masifnya penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Pemerintah terus bekerja keras yang dilaksanakan kementerian dan lembaga serta semua elemen yang dikordinir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Achmad Yurianto membenarkan penyebaran sudah ke seluruh wilayah negeri ini, dan jumlah yang terinfeksi juga terus bertambah. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan penangangan Covid-19,  Sabtu 25 April 2020, jumlah terbanyak pasien terkonfirmasi positif covid-19 ada di DKI Jakarta. Disusul dengan  wilayah Jawa Barat sebanyak 907 orang dan Jawa Timur 707 orang serta Jawa Tengah 621 orang. Kemudian wilayah Sulawesi Selatan sebanyak 432 orang dan Banten 370 orang. Lalu Bali 183 orang, Papua 136 orang dan Kalimantan Selatan 146 orang serta NTB sebanyak 180 orang dan Sumatera Selatan 119 orang. Serta wilayah Sumatera Utara 105 orang dan Kalimantan Tengah 100 orang. Sedangkan wilayah lainnya rata-rata antara 60-90 orang .

Sementara update informasi covid-19 secara nasional berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga Sabtu 25 April 2020, pukul 12.00 WIB. Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 bertambah 396 orang sehingga jumlah total sebanyak 8.607 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 40 orang maka jumlah total menjadi 1.042 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 31 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 720 orang. Begitu juga pasien yang sedang menjalani perawatan sebanyak 6.845 orang.

Achmad Yurianto kembali meminta semua pihak agar terus meningkatkan kesadaran untuk menaati imbauan dan anjuran tentang pencegahan penyebaran dan penularan covid-19 yang telah disampaikan pemerintah.

“Peningkatan jumlah pasien yang tertular dan penyebaran wilayah yang terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah,” kata Achmad Yurianto, Sabtu (25/4).

Selain itu, pria yang biasa disapa Yuri itu mengatakan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah. Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah dikordinir oleh Gugus Tugas Penanganan covid-19. Seperti  test real time specimen lebih dari 67 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC).

Dijelaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 45 laboratorium yang berada di berbagai wilayah Indonesia. Membuka lebih banyak konsultasi telemedis dengan menggunakan teknologi, untuk mengurangi kunjungan orang ke rumah sakit.
Diharapkan dengan kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan dan mendapatkan hasil sebagai data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing yang akan dilakukan agar pemutusan rantai penyebaran dan penularan covid-19 efisien dan efektif. O son

Berita Lainnya
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Minggu, 04 Oktober 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020
Jumat, 02 Oktober 2020
Kamis, 01 Oktober 2020
Rabu, 30 September 2020
Selasa, 29 September 2020