Senin, 27 April 2020 16:24:41

Pemerintah & Warga Kurang Displin, Pasien Positif 9.096 Sembuh 1.151 Meninggal 765 Dirawat 7.180

Pemerintah & Warga Kurang Displin, Pasien Positif 9.096 Sembuh 1.151 Meninggal 765 Dirawat 7.180

Beritabatavia.com - Berita tentang Pemerintah & Warga Kurang Displin, Pasien Positif 9.096 Sembuh 1.151 Meninggal 765 Dirawat 7.180

Pemerintah perlu evaluasi dan lebih maksimal memberikan pemahaman kepada masyarakat. Agar imbauan dan anjuran pencegahan penyebaran dan penularan ...

Pemerintah & Warga Kurang Displin, Pasien Positif 9.096 Sembuh 1.151 Meninggal 765 Dirawat 7.180 Ist.
Beritabatavia.com -

Pemerintah perlu evaluasi dan lebih maksimal memberikan pemahaman kepada masyarakat. Agar imbauan dan anjuran pencegahan penyebaran dan penularan covid-19 dilaksanakan dengan penuh displin. Sehingga efektifitas stay at home, sosial distancing, physical distancing dan selalu menggunakan masker, maupun kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat memberikan dampak yang signifikan.    

Tingkat displin masyarakat yang masih rendah dan intervensi serta sikap tegas pemerintah masih mendua. Menjadi pemicu upaya pemutusan rantai penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19 kurang efektif. Meskipun ahli paru dr Erlina Burhan, tetap optimis penyebaran dan penularan akan lebih cepat ditangani apabila intervensi dan sikap tegas pemerintah melaksanakan protokol kesehatan penanganan virus corona atau covid-19. Serta displin semua elemen untuk menaati anjuran dan imbauan pemerintah. Dokter  Erlina Burhan meminta PSBB dilaksanakan dengan tingkat kepatuhan yang tinggi, agar penularan dan penyebaran virus corona atau covid-19 bisa lebih cepat selesai.

Sikap dan langkah serta tindakan pada awal merebaknya virus corona atau covid-19, sangat menentutkan. Penyebaran virus sangat cepat dan bukan lagi penularan dari luar tetapi sudah terjadi transmisi lokal. Sementara respon untuk menentukan upaya pencegahan bergerak pelan, sehingga  penyebaran dan penularan semakin massif.

Hari demi hari wilayah penyebaran semakin luas , korban yang tertular dan meninggal terus bertambah. Stay at home, sosial distancing, physical distancing, cuci tangan dengan sabun, tetap menggunakan masker seperti imbauan dan anjuran tanpa arti. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta larangan mudik yang berlaku sejak 24 April 2020 sekadar aktivitas tambahan.

Seperti PSBB yang telah diterapkan di wilayah DKI Jakarta pada 10 April 2020. Kemudian disusul dengan  wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Tetapi hasilnya belum maksimal.

Berdasarkan update data informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI Senin 27 April 2020. Data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, terhitung Senin 27 April  2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 86 orang sehingga jumlah total menjadi 3.832 orang.
Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh tidak bertambah  sehingga jumlah totalnya tetap sebanyak 338 orang. Kemudian  pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 18 orang sehingga jumlah total menjadi 375 orang. Sementara   pasien yang dirawat berkurang dua orang sehingga jumlahnya menjadi 1.950 orang. Pasien yang melakukan isolasi mandiri bertambah 70 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.169 orang.

Kembali ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi meminta agar pengawasan kebijakan PSBB ditingkatkan dan disertai sanksi yang tegas. Pemprov DKI juga harus menyiapkan solusi sebagai konsekuensi dari kebijakan yang dibuat. Serta membangun kesadaran bersama sehingga melaksanakan PSBB atas kesadaran sendiri.
Juru bicara (Jubir) Pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, ditengah semakin masifnya penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Pemerintah terus bekerja keras yang dilaksanakan kementerian dan lembaga serta semua elemen yang dikordinir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Achmad Yurianto membenarkan trend kenaikan tertinggi masih di wilayah DKI Jakarta sebagai urutan tertinggi dibanding wilayah lainnya. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan penangangan Covid-19,  Senin 27 April 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 3.832 orang. Disusul dengan  wilayah Jawa Barat sebanyak 951 orang dan Jawa Timur 796 orang serta Jawa Tengah 666 orang. Kemudian wilayah Sulawesi Selatan sebanyak 440 orang dan Banten 382 orang. Lalu Bali 194 orang, Papua 151 orang dan Kalimantan Selatan 150 orang serta NTB sebanyak 206 orang dan Sumatera Selatan 129 orang. Serta wilayah Sumatera Utara 111 orang dan Kalimantan Tengah 112 orang. Kemudian Kalimantan Timur sebanyak 107 orang dan Sumatera Barat 121 orang. Sedangkan wilayah lainnya rata-rata antara 60-90 orang .

Sementara update informasi covid-19 secara nasional. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga Senin 27 April 2020, pukul 12.00 WIB. Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 bertambah 214 orang sehingga jumlah total sebanyak 9.096 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 44 orang maka jumlah total menjadi 1.151 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 22 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 765 orang. Begitu juga pasien yang sedang menjalani perawatan sebanyak 7.180 orang.

Pada kesempatan itu, Achmad Yurianto kembali meminta semua pihak agar terus meningkatkan kesadaran untuk menaati imbauan dan anjuran tentang pencegahan penyebaran dan penularan covid-19 yang telah disampaikan pemerintah.

“Peningkatan jumlah pasien yang tertular dan penyebaran wilayah yang terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah,” kata Achmad Yurianto, Senin (27/4).

Selain itu, pria yang biasa disapa Yuri itu mengatakan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah. Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah dikordinir oleh Gugus Tugas Penanganan covid-19. Seperti  test real time specimen lebih dari 75 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC).

Dijelaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 58 laboratorium yang berada di berbagai wilayah Indonesia. Membuka lebih banyak konsultasi telemedis dengan menggunakan teknologi, untuk mengurangi kunjungan orang ke rumah sakit.
Diharapkan dengan kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan dan mendapatkan hasil sebagai data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing agar pemutusan rantai penyebaran dan penularan covid-19 efisien dan efektif. O son
 

Berita Lainnya
Jumat, 16 Oktober 2020
Kamis, 15 Oktober 2020
Rabu, 14 Oktober 2020
Selasa, 13 Oktober 2020
Senin, 12 Oktober 2020
Minggu, 11 Oktober 2020
Sabtu, 10 Oktober 2020
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020