Selasa, 28 April 2020 16:43:45

Belum Prioritas & Tepat Sasaran, Pasien Positif 9.511 Sembuh 1.254 Meninggal 773 Dirawat 7.484

Belum Prioritas & Tepat Sasaran, Pasien Positif 9.511 Sembuh 1.254 Meninggal 773 Dirawat 7.484

Beritabatavia.com - Berita tentang Belum Prioritas & Tepat Sasaran, Pasien Positif 9.511 Sembuh 1.254 Meninggal 773 Dirawat 7.484

Menghadapi situasi dan kondisi krisis seperti wabah virus corona atau covid-19. Pengamat politik Universitas Indonesia Prof. Chusnul Maryam, ...

Belum Prioritas & Tepat Sasaran, Pasien Positif 9.511 Sembuh 1.254 Meninggal 773 Dirawat 7.484 Ist.
Beritabatavia.com -

Menghadapi situasi dan kondisi krisis seperti wabah virus corona atau covid-19. Pengamat politik Universitas Indonesia Prof. Chusnul Maryam, mengatakan diperlukan sosok yang memiliki kemampuan untuk mengorganisir kebersamaan, soliditas dan koordinasi. Serta mampu melihat permasalahan bangsa dan paham prioritas, membuat kebijakan yang konfrehensif dan tepat sasaran.

Sehingga tidak keteteran saat    menghadapi teror wabah virus corona atau covid-19 seperti saat ini. Anjuran dan imbauan pemerintah seperti stay at home dan work in home , sosial distancing, physical distancing, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, tidak mendapat respon dari masyarakat. Padahal anjuran dan imbauan tersebut merupakan upaya yang efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan virus corona.

Begitu juga kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diterapkan diwilayah DKI sejak 10 April 2020, disusul Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi serta wilayah lainnya. Tetapi belum memberikan dampak signifikan terhadap upaya pencegahan penyebaran dan penenularan covid-19. Disusul larangan mudik yang mulai diterapkan sejak 24 April 2020.

Bahkan meliburkan sekolah dan  beribadah di rumah serta melarang kegiatan sosial yang menghadirkan banyak orang, juga belum maksimal. Displin masyarakat belum maksimal dan  intervensi serta sikap tegas pemerintah melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19, masih mendua. Membuat upaya pemutusan rantai penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19 kurang efektif.

Wabah virus corona atau covid-19 terus merangsak. Hari demi hari wilayah penyebaran semakin luas , korban yang tertular dan meninggal terus bertambah.
Berdasarkan update data informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI Selasa  28 April 2020. Data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, terhitung Selasa 28 April  2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 118 orang sehingga jumlah total menjadi 3.950 orang.

Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh bertambah tiga orang  sehingga jumlah totalnya tetap sebanyak 341 orang. Kemudian  pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 4 orang sehingga jumlah total menjadi 379 orang. Sementara   pasien yang dirawat bertambah 74 orang sehingga jumlahnya menjadi 2.024 orang. Pasien yang melakukan isolasi mandiri bertambah 37 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.206 orang.

Juru bicara (Jubir) Pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, ditengah semakin masifnya penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Pemerintah terus bekerja keras yang dilaksanakan kementerian dan lembaga serta semua elemen yang dikordinir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Sementara update informasi covid-19 secara nasional. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga Selasa 28 April 2020, pukul 12.00 WIB. Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 bertambah 415 orang sehingga jumlah total sebanyak 9.511 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 103 orang maka jumlah total menjadi 1.254 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 8 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 773 orang. Begitu juga pasien yang sedang menjalani perawatan sebanyak 7.484 orang.

Pada kesempatan itu, Achmad Yurianto kembali meminta semua pihak agar terus meningkatkan kesadaran untuk menaati imbauan dan anjuran tentang pencegahan penyebaran dan penularan covid-19 yang telah disampaikan pemerintah.

“Peningkatan jumlah pasien yang tertular dan penyebaran wilayah yang terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah,” kata Achmad Yurianto, Selasa (28/4).

Selain itu, pria yang biasa disapa Yuri itu mengatakan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah. Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah dikordinir oleh Gugus Tugas Penanganan covid-19. Seperti  test real time specimen lebih dari 79 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC).

Dijelaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 48 laboratorium yang berada di berbagai wilayah Indonesia. Membuka lebih banyak konsultasi telemedis dengan menggunakan teknologi, untuk mengurangi kunjungan orang ke rumah sakit.
Diharapkan dengan kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan dan mendapatkan hasil sebagai data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing agar pemutusan rantai penyebaran dan penularan covid-19 efisien dan efektif. O son

Berita Lainnya
Sabtu, 25 Juli 2020
Jumat, 24 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Sabtu, 18 Juli 2020
Jumat, 17 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020