Kamis, 30 April 2020 16:10:49

Pemerintah Harus Konsisten & Fokus, Pasien Positif 10.118 Sembuh 1.522 Meninggal 792

Pemerintah Harus Konsisten & Fokus, Pasien Positif 10.118 Sembuh 1.522 Meninggal 792

Beritabatavia.com - Berita tentang Pemerintah Harus Konsisten & Fokus, Pasien Positif 10.118 Sembuh 1.522 Meninggal 792

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, menyebut, terjadi tren perlambatan pesat kasus positif corona atau covid-19 di ...

Pemerintah Harus Konsisten & Fokus, Pasien Positif 10.118 Sembuh 1.522 Meninggal 792 Ist.
Beritabatavia.com -

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, menyebut, terjadi tren perlambatan pesat kasus positif corona atau covid-19 di episentrum DKI Jakarta. Bahkan diprediksi pada bulan Juli 2020, kehidupan sudah berjalan normal.

Pakar epidemilogi FKM Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan, pemerintah harus bekerja lebih keras dan focus serta konsisten agar dapat mewujudkan janji yang disampaikan Doni Monardo. Menurutnya, masyarakat jangan dulu bersenang hati, karena wabah virus corona atau covid-19 belum ada indikasi akan mereda.

Menurut Pandu Riono, kebijakan PSBB saja belum maksimal, masih banyak warga yang berada di luar rumah melakukan aktivitas. Dia mengakui, bila dilihat dari laporan yang disampaikan ada tren penurunan. Tetapi harus didukung dengan data berapa jumlah yang sudah diperiksa. Kemudian bagaimana layanan apakah masih antri. Pandu Riono meminta agar PSBB dilaksanakan konsisten dan maksimal dengan displin sesuai protokol kesehatan penangana covid-19.

Pendapat serupa juga disampaikan ketua Satgas Covid-19 Ikatan Doktert Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban. Menurutnya, terlalu dini bila memberikan harapan kepada masyarakat wabah covid-19 akan segera reda. Karena harus didukung dengan akurasi data hasil dari tes yang kemudian dilanjutkan dengan isolasi.
Prof Zubairi meminta agar tes dilakukan secara massif, untuk wilayah DKI antara 10 ribu hingga 20 ribu per hari. Sedangkan wilayah lainnya seperti Jawa Barat antara 5 ribu hingga 10 ribu per hari.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan pemerintah tetap fokus dan kerja keras melakukan pencegahan penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19 yang dikordinasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19.

Achmad Yurianto meminta masyarakat agar lebih waspada dan meningkatkan displin menjalankan imbauan dan anjuran pemerintah seperti stay at home, sosial distancing, physical distancing, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun.

Pemerintah juga terus melakukan evaluasi untuk peningkatan kualitas kebijakan  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah dilaksanakan di wilayah DKI sejak 10 April 2020 dan disusul wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya. Serta kebijakan larangan mudik yang diterapkan sejak 24 April 2020. Sebelumnya, pemerintah telah meliburkan kegiatan sekolah dan aktivitas sosial yang mengundang keramaian hingga melaksanakan ibadah  di rumah.
Tetapi hasilnya belum memberikan dampak signifikan terhadap upaya pencegahan penyebaran dan penurunan covid-19.  Dibutuhkan displin masyarakat dan intervensi serta sikap tegas pemerintah melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19. Agar tidak seperti  up date informasi pencegahan covid-19 yang dari hari ke hari terus bertambah.

Up date informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI, dengan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Kamis 30 April  2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 105 orang sehingga jumlah total menjadi 4.138 orang.
Sedangkan pasien yang sembuh tidak ada pertambahan sehingga jumlah totalnya tetap sebanyak 412 orang. Begitu juga pasien yang meninggal akibat covid-19 jumlah totalnya masih tetap 381 orang. Sementara   pasien yang dirawat bertambah 71 orang sehingga jumlahnya menjadi 2.073 orang. Pasien yang melakukan isolasi mandiri bertambah 33 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.271 orang.

Juru bicara (Jubir) Pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, ditengah semakin masifnya penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Pemerintah melalui  kementerian dan lembaga serta semua elemen terus bekerja keras yang dikordinir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Achmad Yurianto juga menyampaikan  update informasi covid-19 secara nasional dengan berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, pada Kamis 30 April 2020, pukul 12.00 WIB. Dijelaskan, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 mengalami peningkatan atau bertambah 347 orang sehingga jumlah total sebanyak 10.118 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 131 orang maka jumlah total menjadi 1.522 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 8 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 792 orang.

Achmad Yurianto mengingatkan semua pihak agar terus meningkatkan kesadaran untuk menaati imbauan dan anjuran tentang pencegahan penyebaran dan penularan covid-19 yang telah disampaikan pemerintah. Peningkatan jumlah pasien yang tertular dan penyebaran wilayah yang terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah.

“Tidak keluar rumah dan tidak mudik adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Kamis (30/4).

Pria yang biasa disapa Yuri itu memastikan,  penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah. Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah dikordinir oleh Gugus Tugas Penanganan covid-19. Seperti  test real time specimen lebih dari 94 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC).

Dijelaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 89 laboratorium yang berada di berbagai wilayah Indonesia, sudah aktif digunakan. Membuka lebih banyak konsultasi telemedis dengan menggunakan teknologi, untuk mengurangi kunjungan orang ke rumah sakit.

Diharapkan dengan kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan dan mendapatkan hasil sebagai data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing agar pemutusan rantai penyebaran dan penularan covid-19 efisien dan efektif. O son

 

Berita Lainnya
Minggu, 24 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Jumat, 22 Mei 2020
Kamis, 21 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Selasa, 19 Mei 2020
Senin, 18 Mei 2020
Minggu, 17 Mei 2020
Sabtu, 16 Mei 2020
Jumat, 15 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Rabu, 13 Mei 2020