Jumat, 08 Mei 2020 16:00:38

Polisi Jangan Ragu, Pasien Positif 13.112 Sembuh 2.494 Meninggal 943

Polisi Jangan Ragu, Pasien Positif 13.112 Sembuh 2.494 Meninggal 943

Beritabatavia.com - Berita tentang Polisi Jangan Ragu, Pasien Positif 13.112 Sembuh 2.494 Meninggal 943

Kaopsus Aman Nusa II Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto mengingatkan seluruh aparat di wilayah agar tidak ragu melakukan tindakan ...

Polisi Jangan Ragu, Pasien Positif 13.112  Sembuh 2.494 Meninggal 943  Ist.
Beritabatavia.com -

Kaopsus Aman Nusa II Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto mengingatkan seluruh aparat di wilayah agar tidak ragu melakukan tindakan untuk mencegah potensi penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19.

Menurutnya, wabah virus covid-19 menimbulkan dampak bukan hanya soal kesehatan. Tetapi dampak yang lebih luas, sehingga perlu sinergitas semua pihak untuk melawan virus covid-19.

Komjen Agus Andrianto mengatakan, Polri mendukung dan mengamankan kebijakan pemerintah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik. Seluruh jajarannya terus menggiatkan imbauan dengan langkah persuasif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar displin dan taat melaksanakan imbauan pemerintah.

Dikatakan, virus corona tidak dapat dilihat dengan kasatmata, tetapi bila dilihat dengan mata hati, akan dapat diketahui resikonya sangat besar. Polri mengajak semua pihak membuka mata hati, agar tetap displin dan taat menjalankan upaya-upaya pencegahan penyebaran dan penularan virus corona yang telah disampaikan pemerintah.
Menurut Komjen Agus Andrianto, larangan mudik dan imbauan stay at home, bukan untuk mengekang kebebasan. Tetapi justru untuk menyelamatkan dari penularan covid-19. 

Sementara juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, PSBB dan larangan mudik, serta imbauan stay at home, work from home, sosial distancing serta physical distancing, menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun, efektif untuk mencegah penyebaran dan penularan covid-19.

 “Anjuran dan imbauan serta kebijakan pemerintah tersebut merupakan persyaratan mutlak agar terhindar dari penularan covid-19. Maka laksanakan dengan kesadaran dan displin yang ketat,” kata Achmad Yurianto, Jumat (8/5).

Menurutnya, pemerintah terus meningkatkan intervensi dan ketegasan dalam melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19. Agar hasilnya maksimal, harus disertai kesadaran dan displin masyarakat menaati anjuran dan imbauan yang telah disampaikan pemerintah.  

Up date data DKI

Menurut Achmad Yurianto, PSBB yang telah dilaksanakan di wilayah DKI sejak 10 April 2020 dan disusul wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sejumlah daerah lainnya, harus terus ditingkatkan. Supaya penyebaran dan penularan virus corona tidak terus bertambah dari hari ke hari.

Seperti up date informasi pencegahan covid-19 di wilayah DKI yang berdasarkan data berbasis laporan dari fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI, Jumat 8 Mei 2020. Tercatat jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta, bertambah 126 orang sehingga jumlah total menjadi 4.901 orang.
Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 45 orang sehingga jumlah totalnya  sebanyak 763 orang.  Pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 1 orang maka jumlah totalnya 431 orang. Sementara   pasien yang dirawat bertambah 85 orang sehingga jumlahnya menjadi 2.281 orang. Sedangkan jumlah yang melakukan isolasi mandiri berkurang 5 orang maka jumlah totalnya menjadi 1.426 orang.

Up date data  Nasional

Achmad Yurianto memastikan, ditengah semakin masifnya penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, terus bekerja keras.
Kendati hasilnya belum maksimal ditandai dengan peningkatan yang terjadi setiap hari saat up date informasi covid-19. Secara nasional dengan berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit yang menangani covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, hingga pada Jumat 8 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.

Tercatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 mengalami peningkatan atau bertambah 336 orang sehingga jumlah total sebanyak 13.112 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan intensif bertambah 113 orang maka jumlah total menjadi 2.494 orang. Kemudian jumlah pasien yang meninggal akibat covid-19 bertambah 13 orang maka jumlah total yang meninggal sebanyak 943 orang.

Achmad Yurianto mengingatkan, peningkatan jumlah pasien yang tertular dan wilayah penyebaran terus bertambah, adalah bukti agar kita lebih waspada dan tetap menaati imbaun dan anjuran pemerintah.

“Tidak keluar rumah dan tidak mudik adalah langkah tepat untuk menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman covid-19,” kata Achmad Yurianto, Jumat (8/5).

Dia memastikan, penanganan covid-19 tetap menjadi prioritas pemerintah.  Berbagai upaya telah dilakukan seperti  test real time specimen lebih dari 143 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC). Serta berupaya mencapai target pemeriksaan sampel sebanyak 10 ribu per hari.
Kemudian meningkatkan kualitas peralatan laboratorium dan penambahan jumlah yang saat ini sebanyak 89 laboratorium berada di berbagai wilayah Indonesia, sudah aktif digunakan. Membatasi kunjungan orang ke rumah sakit, dengan membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Diharapkan, kecanggihan peralatan dan jumlah laboratorium yang ideal, akan mempercepat proses pemeriksaan dan mendapatkan data dan informasi yang valid tentang covid-19. Sehingga dapat ditentukan pola tindakan dan tracing yang efisien dan efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan covid-19.

Up date covid-19/ wilayah

Sementara, up date informasi disetiap wilayah provinsi berdasarkan data  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga Kamis 7 Mei 2020. Tercatat jumlah kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah DKI Jakarta sebanyak 4.855 kasus disusul Jabar 1381 kasus dan Jawa Timur 1.267,  Jateng 904 dan Sulsel 684.

Kemudian di wilayah Banten sebanyak 495 kasus, Bali 287, NTB 300, Papua 252, Sumbar 252, Kalsel 238 kasus. Lalu wilayah  Sumatera Selatan 227 kasus, Kalteng 188, Kaltim 182, Sumut 142. Sedangkan wilayah DIY 137 kasus, Kalimantan Utara 131,Kepri 98, Kalbar 95, Sulteng 75, Sulawesi Tenggara 69, Riau 66, Lampung 63, Sulbar 58, Papua Barat 53, Maluku Utara 50 kasus.
Selanjutnya wilayah Jambi sebanyak 47 kasus, Sulawesi Utara 45, Kepulauan Bangka Belitung 28, Maluku 23, Gorontalo 19,Aceh 17, Bengkulu 14 dan NTT 12 kasus. O son

 

Berita Lainnya
Selasa, 28 Juli 2020
Senin, 27 Juli 2020
Minggu, 26 Juli 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Jumat, 24 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Selasa, 21 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020
Senin, 20 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Sabtu, 18 Juli 2020