Kamis, 02 Juli 2020 15:58:59

Rumah Sakit Terancam Kolaps, Pasien Positif 59.394 Sembuh 26.667 Meninggal 2.987

Rumah Sakit Terancam Kolaps, Pasien Positif 59.394 Sembuh 26.667 Meninggal 2.987

Beritabatavia.com - Berita tentang Rumah Sakit Terancam Kolaps, Pasien Positif 59.394 Sembuh 26.667 Meninggal 2.987

Selama pandemi virus corona atau covid-19, kunjungan pasien ke rumah sakit anjlok. Pendapatan rumah sakit menurun drastis hingga mencapai 70 ...

Rumah Sakit Terancam Kolaps, Pasien Positif 59.394 Sembuh 26.667 Meninggal 2.987 Ist.
Beritabatavia.com -

Selama pandemi virus corona atau covid-19, kunjungan pasien ke rumah sakit anjlok. Pendapatan rumah sakit menurun drastis hingga mencapai 70 persen, akibatnya sejumlah rumah sakit terancam kolaps. Beberapa rumah sakit hanya bisa bertahan untuk tetap dapat beroperasi antara dua hingga enam bulan ke depan. Sementara menjadi rumah sakit rujukan, membutuhkan dana besar untuk membangun fasilitas perawatan pasien covid-19.

Kesulitan keuangan rumah sakit diungkapkan Direktur RSGM UGM, Yogjakarta, dokter Julita Hendartini. Menurutnya, masa pandemi covid-19 kunjungan pasien ke rumah sakit anjlok disusul dengan menurunnya pendapatan hingga 70 persen. Akibat kondisi seperti saat ini, pihaknya paling kuat bisa bertahan hingga enam bulan ke depan.

Dia menyebutkan, bagi rumah sakit rujukan covid-19 melonjaknya jumlah pasien yang dirawat menjadikan arus kas terganggu. Sebab uang muka kerja rumah sakit tidak mencukupi biaya operasional. Belum lagi ditambah persoalan dispute klaim dan belum ada kejelasan kapan berakhir masa pandemik covid-19. Rumah sakit non rujukan juga mengalami dampak virus corona, sebab terjadinya penurunan kunjungan pasien rawat jalan maupun rawat inap non covid-19.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada peringatan HUT Bhayangkara ke 74 tepatnya Rabu 1 Juli 2020 mengingatkan seluruh jajaran Polri agar meningkatkan peran dalam penanganan wabah virus corona atau covid-19. Presiden Jokowi mengatakan kehadiran Polri sangat dibutuhkan untuk mengajak dan meningkatkan displin masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Serta mengawal penyaluran bantuan sosial dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
 
Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dari mulai kebijakan PSBB dan larangan mudik hingga  PSBB transisi sebagai upaya memutus rantai penyebaran dan penularan virus covid-19 belum maksmial. Justru penambahan kasus terus terjadi dari hari kehari di berbagai wilayah dan sejumlah kota-kota besar di Indonesia.
 
Update covid-19 Nasional

Seperti update informasi kasus covid-19 secara nasional yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Disebutkan, berdasarkan data yang diperoleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari rumah sakit di 452 kota /Kabupaten di 34 Provinsi di wilayah Indonesia. Hingga Kamis 2 Juli 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah penambahan dan total kasus terkonfimrasi :

Pasien positif        + 1.624     = total 59.394 orang
Pasien sembuh      + 1.072     = total 26.667 orang
Pasien meninggal    +    53     = total  2.987 orang

Update covid-19 di DKI

Pertambahan jumlah penularan virus covid-19 juga terjadi di wilayah DKI Jakarta. Seperti update informasi kasus covid-19 di 262 dari 267 keluruhan berdasarkan data dari fasilitas kesehatan wilayah DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Kamis 2 Juli 2020, tercatat pertambahan dan jumlah total kasus covid-19:

Pasien Positif       + 195    = total 11.677 orang
Pasien meninggal   +   2    = total    646 orang
Pasien sembuh      + 191    = total  6.871 orang
Pasien dirawat        -  85    = total    804 orang
Isolasi mandiri       +  87    = total  3.356 orang  

coronavirus

Achmad Yurianto mengingatkan, penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi, hendaknya menjadi kesadaran bersama agar kita tetap lebih waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan. Dijelaskan, penyebaran dan penularan virus potensi terjadi di ruang publik seperti ruang kantor, restoran dan moda transportasi massal dan pasar tradisional. Protokol kesehatan dan sosial distancing serta cuci tangan dan menggunakan masker adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan sekaligus menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman virus covid-19.

“ Hedaknya semua mamahami, aktivitas di luar rumah semata-mata hanya untuk kepentingan produktivitas.Kepentingan-kepentingan yang tidak perlu dan mendesak lebih baik ditunda. Tetap berada di rumah dan keluar rumah hanya untuk hal yang sifatnya produktif. Menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan adalah yang terbaik," kata Achmad Yurianto, Kamis (2/7).

Dia juga memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti tes real time specimen sebanyak 23.519 sampel sehingga jumlah total lebih dari 849 ribu sampel, dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) . Serta membuka konsultasi telemedis untuk membatasi kunjungan ke rumah sakit. O son  

Berita Lainnya
Jumat, 16 Oktober 2020
Kamis, 15 Oktober 2020
Rabu, 14 Oktober 2020
Selasa, 13 Oktober 2020
Senin, 12 Oktober 2020
Minggu, 11 Oktober 2020
Sabtu, 10 Oktober 2020
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020