Senin, 06 Juli 2020 15:50:42

Warga Belum Siap Memasuki New Normal, Pasien Positif 64.958 Sembuh 29.919 Meninggal 3.241

Warga Belum Siap Memasuki New Normal, Pasien Positif 64.958 Sembuh 29.919 Meninggal 3.241

Beritabatavia.com - Berita tentang Warga Belum Siap Memasuki New Normal, Pasien Positif 64.958 Sembuh 29.919 Meninggal 3.241

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pada fase tatanan kehidupan baru atau New Normal, justru kasus yang terkonfirmasi positif virus ...

Warga Belum Siap Memasuki New Normal, Pasien Positif 64.958 Sembuh 29.919 Meninggal 3.241 Ist.
Beritabatavia.com -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pada fase tatanan kehidupan baru atau New Normal, justru kasus yang terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta terus meningkat.

Sementara berdasarkan hasil survey lapor covid-19 tentang persepsi resiko warga terhadap covid-19 menyebutkan warga DKI Jakarta belum siap memasuki New Normal yang diterapkan pemerintah. Selain angka rata-rata yang terkonfirmasi positif terpapar virus covid-19 masih fluktuatif, juga masih ada ketimpangan antara kesadaran warga untuk memproteksi diri dari ancaman virus covid-19.

Update covid-19 di DKI

Sehingga pertambahan jumlah penularan virus covid-19 masih terus terjadi di wilayah DKI Jakarta. Seperti update informasi kasus covid-19 di 263 dari 267 kelurahan berdasarkan data dari fasilitas kesehatan wilayah DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Senin 6 Juli 2020, tercatat pertambahan dan jumlah total kasus covid-19:

Pasien Positif        + 231    = total 12.526 orang
Pasien meninggal    +   0    = total    658 orang
Pasien sembuh       + 370    = total  8.033 orang
Pasien dirawat          -  89    = total    495 orang
Isolasi mandiri          -  50    = total  3.340 orang

Kesadaran untuk displin menjalankan Protokol Kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau sosial distancing serta menghindar dari kerumunan dan kontak pisik sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran dan penularan virus covid-19, belum maksimal. Pemerintah harus melakukan pengawasan secara ketat untuk memastikan protokol kesehatan sudah berjalan maksimal.

Update covid-19 Nasional

Agar penyebaran dan penularan virus covid-19 dapat diantisipasi dan tidak bertambah dari hari ke hari. Seperti update informasi kasus covid-19 yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Disebutkan, berdasarkan data yang diperoleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 secara nasional dari rumah sakit di 455 kota /Kabupaten di 34 Provinsi di wilayah Indonesia. Hingga Senin 6 Juli 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah penambahan dan total kasus terkonfirmasi :

Pasien positif        + 1.209     = total 64.958 orang
Pasien sembuh      +   814     = total 29.919 orang
Pasien meninggal   +    70     = total  3.241 orang

wabahvirus

foto:istimewa

Achmad Yurianto mengingatkan, penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi, hendaknya menjadi kesadaran bersama agar kita tetap lebih waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan. Dijelaskan, penyebaran dan penularan virus potensi terjadi di ruang publik seperti ruang kantor, restoran dan moda transportasi massal dan pasar tradisional. Protokol kesehatan dan sosial distancing serta cuci tangan dan menggunakan masker adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan sekaligus menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman virus covid-19.

“ Hedaknya semua mamahami, aktivitas di luar rumah semata-mata hanya untuk kepentingan produktivitas.Kepentingan-kepentingan yang tidak perlu dan mendesak lebih baik ditunda. Tetap berada di rumah dan keluar rumah hanya untuk hal yang sifatnya produktif. Menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan adalah yang terbaik," kata Achmad Yurianto, Senin (6/7).

Dia juga memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti tes real time specimen sebanyak 12.756 sampel sehingga jumlah total 928.238 sampel, dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM).Serta membuka konsultasi telemedis untuk membatasi kunjungan ke rumah sakit.O  son  

Berita Lainnya
Senin, 19 Oktober 2020
Minggu, 18 Oktober 2020
Sabtu, 17 Oktober 2020
Jumat, 16 Oktober 2020
Kamis, 15 Oktober 2020
Rabu, 14 Oktober 2020
Selasa, 13 Oktober 2020
Senin, 12 Oktober 2020
Minggu, 11 Oktober 2020
Sabtu, 10 Oktober 2020
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020