Senin, 13 Juli 2020 18:03:35

Pemerkosa 305 Anak, Bunuh Diri Di Rutan Polda Metro

Pemerkosa 305 Anak, Bunuh Diri Di Rutan Polda Metro

Beritabatavia.com - Berita tentang Pemerkosa 305 Anak, Bunuh Diri Di Rutan Polda Metro

Francois Abello Camille (FAC) alias Fran alias Mister (65) tersangka pencabulan dan pemerkosa 305 anak dibawah umur yang biasa disebut predator ...

Pemerkosa 305 Anak, Bunuh Diri Di Rutan Polda Metro Ist.
Beritabatavia.com -

Francois Abello Camille (FAC) alias Fran alias Mister (65) tersangka pencabulan dan pemerkosa 305 anak dibawah umur yang biasa disebut predator ditemukan lehernya terikat kabel di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Setelah sempat dirawat di rumah Sakit Polri,akhirnya pria gaek asal Perancis itu tewas, Minggu 12 Juli 2020, malam.

"Frans alias FAC ditemukan petugas dalam kondisi leher terikat kabel, tapi tidak tergantung, dia menyender ke tembok memanfaatkan berat tubuhnya (agar tercekik),"ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, Senin 13 Juli 2020.

Yusri melanjutkan, petugas yang berjaga segera membantu Frans. Dalam kondisi kritis, predator anak itu sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mendapat pertolongan.

"Dia sempat dirawat, tapi pukul 20.00 tadi malam (Ahad 12 Juli 2020), dia meninggal dunia," ujar Yusri.

Polisi mencinduk Frans terkait kasus pencabulan terhadap ratusan bocah dan memvideokannya. Polisi menemukan ratusan video cabul itu dari laptop milik Fran. Pengungkapan itu bermula, setelah Polisi mendapat informasi adanya seorang warga asing kerap menawarkan pemotretan terhadap anak-anak di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Dari laporan tersebut, polisi pun melakukan penyelidikan dan menangkap basah bule Perancis itu sedang berada di dalam kamar hotel bersama dua anak perempuan di bawah umur dengan kondisi telanjang.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana menerangkan korban yang menjadi sasaran cabul Fran adalah anak-anak jalanan dengan rentang usia 10 - 17 tahun. Ia mengiming-imingi mereka dengan tawaran menjadi model terkenal.

Setelah para korban tertarik, ia kemudian mengajak mereka ke hotel dengan alasan melakukan sesi pemotretan. Di sana, anak jalanan itu akan diminta untuk berdandan dan mengenakan pakaian seksi yang sudah Fran siapkan.

"Saat di dalam hotel, anak-anak itu difoto telanjang, lalu disetubuhi," ujar Nana.

Kepada korban yang menolak diajak berhubungan badan, Fran tak segan melakukan tindak kekerasan seperti memukul dan menendang. Usai menyetubuhi mereka, Fran memberikan para korban imbalan uang sejumlah Rp 250 - 1 juta.

"Kemudian dia memanfaatkan anak yang sudah disetubuhi untuk datang ke kamar hotel lagi dengan mengajak temannya," ujar Nana.

Dari hasil penyelidikan sementara, Fran tercatat sudah keluar-masuk Indonesia sejak tahun 2015 dengan visa turis. Di kunjungan terakhirnya, Fran tinggal selama 9 bulan di Jakarta, yakni mulai dari Desember 2019 hingga Juni 2020.

Selama berada di Indonesia, Frans kerap berpindah-pindah hotel. Setidaknya, ada tiga hotel di wilayah Jakarta Barat yang diduga menjadi tempat tersangka mencabuli ratusan anak-anak dengan modus fotomodel.

Sejak Desember hingga Februari FAC tercatat menginap di Hotel Olympic, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat. Kemudian, Februari hingga April menginap di Hotel Luminor, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat. Selanjutnya, April hingga Juni menginap di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat. Tersangka selalu mendesain kamar hotel tempat dia menginap seperti studio foto. Bahkan Frans terlebih dulu merias wajah korbaan sebelum di foto dan digagahi. O son

Berita Lainnya
Selasa, 29 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Jumat, 04 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Senin, 31 Agustus 2020
Jumat, 28 Agustus 2020
Jumat, 21 Agustus 2020
Kamis, 20 Agustus 2020
Minggu, 16 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020
Jumat, 07 Agustus 2020