Selasa, 14 Juli 2020 16:07:34

Banyak Senyum, Pemerintah Kurang Tegas, Pasien Positif 78.572 Sembuh 37.636 Meninggal 3.710

Banyak Senyum, Pemerintah Kurang Tegas, Pasien Positif 78.572 Sembuh 37.636 Meninggal 3.710

Beritabatavia.com - Berita tentang Banyak Senyum, Pemerintah Kurang Tegas, Pasien Positif 78.572 Sembuh 37.636 Meninggal 3.710

Pengawasan lemah dan pelonggaran aturan serta dugaan penerapan New Normal terlalu prematur membuat kebijakan tidak efektif dan maksimal, sehingga ...

Banyak Senyum, Pemerintah Kurang Tegas, Pasien Positif 78.572 Sembuh 37.636 Meninggal 3.710 Ist.
Beritabatavia.com -

Pengawasan lemah dan pelonggaran aturan serta dugaan penerapan New Normal terlalu prematur membuat kebijakan tidak efektif dan maksimal, sehingga kasus virus corona atau covid-19 tidak terkendali. Ditambah minimnya pengawasan terhadap komunitas masyarakat dan aktivitas di pasar, memicu terjadinya penularan.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, bahwa kasus-kasus yang ditemukan di komunitas masyarakat ini jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang pasien yang datang melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit.Menurutnya, komunitas dan pasar tradisional masih menjadi tempat pertama yang paling rawan terjadi penularan wabah mematikan itu. Pihaknya terus melakukan berbagai tindakan untuk meminimalkan penularan di pasar-pasar dengan melakukan pengawasan ketat yang dibarengi dengan edukasi bahaya corona.

“Kalau total antara RS dibanding komunitas, tinggi komunitas. Disebut komunitas itu kan artinya baik dia di pemukiman, di pasar, di tempat keramaian, itu lebih banyak di komunitas karena lebih banyak yang ditemu di active case finding dari pada pasive case finding," kata Widyastuti, Selasa (14/7)
   
Sementara, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menuding Gubernur DKI kurang tegas bahkan terlalu lemah. Dia meminta agar Gubernur DKI Anies Baswedan lebih tegas dalam melakukan pengawasan. "Anies terlalu banyak senyum dan kurang menunjukkan ketegasan, " kata Gilbret.

Faktanya,komunitas-komunitas masyarakat yang tidak menaati Protokol Kesehatan banyak bermunculan di pinggir pemukiman. Spanduk gugus tugas ada dipajang hingga ke tingkat RW, tetapi membiarkan komunitas pengemudi ojol berkumpul di ujung-ujung ruas jalan. Mereka mendirikan posko dekat dengan warung di hampir seluruh wilayah Jakarta. Bahkan tidak jauh dari Istana Negara banyak komunitas pengemudi Ojol yang membangun posko tempat berkumpul tanpa menggunakan masker.

Update covid-19 di DKI

Sehingga jumlah kasus virus covid-19 di wilayah DKI Jakarta terus meningkat. Seperti update informasi kasus covid-19 di 265 dari 267 kelurahan berdasarkan data dari fasilitas kesehatan wilayah DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Selasa 14 Juli 2020, tercatat pertambahan dan jumlah total kasus covid-19:

Pasien Positif         + 275    = total 14.914 orang
Pasien meninggal     +   4    = total    714 orang
Pasien sembuh       + 120    = total  9.528 orang
Pasien dirawat         +  22    = total    619 orang
Isolasi mandiri        + 129    = total  4.053 orang

Lima bulan berjalan, penanganan virus covid-19 tak membuat wabah mereda,justru masyarakat semakin cemas ditambah kesulitan hidup akibat dampak wabah covid-19. Pemerintah diminta agar memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan dengan displin. Pemerintah juga meningkatkan pengawasan penggunaan masker,mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau sosial distancing serta menghindari kerumunan dan kontak pisik, agar tetap menjadi kewajiban. Bukan justru lebih gencar mensosialisasikan New Normal yang disertai pelonggaran aturan dan pengawasan.

Update covid-19 Nasional

Akibatnya jumlah kasus covid-19 terus bertambah. Seperti update informasi kasus covid-19 secara nasional yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Disebutkan, berdasarkan data yang diperoleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari 461 kota/kabupaten di 34 Provinsi di wilayah Indonesia. Hingga Selasa 14 Juli 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah penambahan dan total kasus terkonfirmasi:

Pasien positif        + 1.591     = total 78.572 orang
Pasien sembuh      +   947     = total 37.636 orang
Pasien meninggal   +    54     = total  3.710 orang  

pakaimasker

foto : semua harus pakai masker

Achmad Yurianto yang didampingi Dokter Reisa Broto Asmoro, anggota tim komunikasi gugus Tugas Covid-19 , mengingatkan, penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi, hendaknya menjadi kesadaran bersama agar kita tetap lebih waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan. Dijelaskan, penyebaran dan penularan virus potensi terjadi di ruang publik seperti ruang kantor, restoran dan moda transportasi massal dan pasar tradisional.

“ Hedaknya semua mamahami, aktivitas di luar rumah semata-mata hanya untuk kepentingan produktivitas.Kepentingan-kepentingan yang tidak perlu dan mendesak lebih baik ditunda. Tetap berada di rumah dan keluar rumah hanya untuk hal yang sifatnya produktif. Menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan adalah yang terbaik," kata Achmad Yurianto, Selasa (14/7).

Achmad Yurianto juga memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti tes real time specimen sebanyak 23.001 sampel sehingga jumlah total 1.937.648 sampel, dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM).Serta membuka konsultasi telemedis untuk membatasi kunjungan ke rumah sakit. O son  

Berita Lainnya
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Minggu, 04 Oktober 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020
Jumat, 02 Oktober 2020
Kamis, 01 Oktober 2020
Rabu, 30 September 2020
Selasa, 29 September 2020