Selasa, 29 September 2020 17:07:01

Pengakuan Pasien, Virus Corona itu Menyiksa & Menyeramkan...

Pengakuan Pasien, Virus Corona itu Menyiksa & Menyeramkan...

Beritabatavia.com - Berita tentang Pengakuan Pasien, Virus Corona itu Menyiksa & Menyeramkan...

Nyaris seluruh isi jagad raya ini tak berkutik menghadapi wabah virus corona atau covid-19. Virus yang tak tampak dengan kasatmata itu bergerak ...

Pengakuan Pasien, Virus Corona itu Menyiksa & Menyeramkan... Ist.
Beritabatavia.com -

Nyaris seluruh isi jagad raya ini tak berkutik menghadapi wabah virus corona atau covid-19. Virus yang tak tampak dengan kasatmata itu bergerak dan  menular sangat cepat. Sejak merebak pertama kali di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019 lalu, Virus Covid-19 telah merambah di 216 negara. Tidak hanya melumpuhkan roda ekonomi, tradisi dan budaya sosial kehidupan juga porak poranda dibuatnya. Meskipun banyak yang berhasil sembuh setelah dinyatakan terpapar, tetapi jumlah korban jiwa akibat keganasan virus Covid-19 juga sangat fantastis karena sudah mencapai satu juta orang.

Beberapa korban yang sedang menjalani perawatan akibat terpapar virus covid-19, mengaku, virus corona hanya menyisakan kisah sedih dan menyeramkan. Dalam talkshow lewat Zoom, bertajuk "Berjuang Sembuh dari Covid-19" di Media Center Satgas  Penanganan Covid-19, Senin (28/9) terungkap kesedihan berjilid yang melanda  kehidupan korban dan keluarga.

Seorang pasien positif Covid-19, Welky Pakpahan, mengatakan, dampak terpapar virus corona itu sangat menyeramkan. Dia salah satu korban Covid-19 klaster keluarga. Ayah, ibu, dan adiknya positif terpapar corona virus.

Welky yang masih terbaring di tempat tidur rumah sakit itu menceritakan dampak Covid-19 yang sangat menyiksa. Pola hubungan sosial keluarga inti menjadi berubah drastis. Bukan hanya itu saja. Seisi rumah disterilkan dan tinggal terpisah dari keluarga, dipisahkan dari anak istri.

"Dampaknya seperti saya sekarang, tinggal di rumah sakit sendiri, pisah dari anak-istri, dan seluruh keluarga harus swab Test. Beruntung anak istri saya negatif," ujar Welky Pakpahan via aplikasi Zoom.

Welky menjelaskan begitu hasil tesnya positif dirinya meminta seluruh anggota keluarga melakukan swab test, termasuk asisten rumah tangganya. Welky masih ingat betul dirinya hadir di acara kumpul keluarga pada hari Minggu. Sehari setelah pertemuan itu tubuh Welky mengalami demam dengan suhu badan naik turun.

"Hari Kamis-nya persendian lemas banget. Saya sudah feeling sepertinya kena Covid-19," ungkap Welky Pakpahan yang juga pengusaha ini.

Welky juga menyoroti orang-orang yang masih sering berkerumun dan nongkrong tanpa mematuhi protokol kesehatan. Ia menilai kelompok yang masih cuek dan tetap berkerumun itu tidak mengetahui orang tanpa gejala (OTG). Kasihan orang tua yang menjadi korbannya.

"Harusnya sabar aja dulu sampai Covid-19 ini selesai. Yang lebih berisiko itu orang tua dan yang punya pengorbit. Mereka jarang keluar rumah jadi kita-kita ini yang aktif perlu menjaga diri dengan mematuhi protokol kesehatan. Begitu terkena bisa menular ke orang tua," jelas pengusaha yang punya hobi fotografi ini.

Penderita Covid-19 lainnya, Hans Virgoro, mengatakan pada awalnya dirinya bingung begitu membuka hasil swab Test dirinya positif. Ia semula tak percaya dengan virus corona ini lantaran di kelompok bergaulnya itu belum satupun yang terkena corona.

Hans, sehari-hari bekerja sebagai perancang perhiasan, juga mengaku dirinya sama sekali tidak mengalami kehilangan indera penciuman dan perasa. Saluran  pernafasannya pun normal. Tapi di hari kedua, hari ketiga, dan seterusnya tubuhnya drop.

"Setelah hari kedua dinyatakan positif baru saya kehilangan indra perasa, penciuman, dan nafas pendek," kata Hans.

Dokter Relawan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta dr. Veresa Chintya, menceritakan, sebagai dokter umum dirinya tertarik bergabung dengan tim relawan dokter Covid-19 guna menjadi bagian dari sejarah menangani kasus baru ini. Meskipun dalam pelaksanaannya banyak hal yang perlu dikorbankan. Yang paling berat sebagai relawan tenaga medis adalah tidak bisa berkumpul dengan keluarga karena pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 dan berisiko tertular.  

pasien

Foto : pasien covid-19 tak berdaya

"Banyak hal yang menarik saat saya bergabung dengan dokter relawan di RS Darurat Covid-19, terutama bisa berbagi pengalaman menghadapi para pasien positif Covid-19," ungkap dr. Veresa, lulusan fakultas kedokteran dari satu universitas swasta di Jakarta.

Dokter muda ini tegas mengatakan bahwa wabah Covid-19 ini bukan rekayasa atau konspirasi. Covid-19 ini virus yang harus ditanggulangi secara serentak dan bersama-sama dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Covid-19 ini benar-benar nyata. Cara mencegahnya adalah dengan mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir, dan jaga jarak," papar dr. Veresa.

Apa yang kita lakukan yaitu disiplin dan patuh memakai masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan mencuci tangan tidak sebanding dengan beratnya tugas dokter dan tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19. 0 Satgas Covid-19/Edison

Berita Lainnya
Selasa, 29 September 2020
Kamis, 17 September 2020
Rabu, 16 September 2020
Jumat, 04 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Senin, 31 Agustus 2020
Jumat, 28 Agustus 2020
Jumat, 21 Agustus 2020
Kamis, 20 Agustus 2020
Minggu, 16 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020
Jumat, 07 Agustus 2020