Beritabatavia.com -
Pada 29 November 2020 lalu, Kementerian Kesehatan RI mencatat, penambahan kasus terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 sebanyak 6.267 orang adalah tertinggi sejak wabah covid-19 merebak di Tanah Air. Saat itu Menkes, Terawan Agus Putranto menegaskan pemerintah terus meningkatkan tindakan 3T atau Tracing,Testing, dan Treatment, sebagai upaya antisipasi lonjakan kasus covid-19. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus melakukan kesiapsiaagan. Masyarakat juga diminta displin melaksanakan 3M atau menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan. Masing-masing wajib melaksanakan peran untuk memutus mata rantai penularan covid-19.
''Pemerintah wajib melakukan 3T, sedangkan masyarakat wajib melakukan 3M," tegas Menkes, saat itu.
Kesiapsiagaan dan upaya-upaya yang dipaparkan Menkes, Terawan Agus Putranto, ternyata belum memberikan dampak signifikan. Justru penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 yang lebih mengkhawatirkan terjadi pada periode 3 Desember 2020 dengan penambahan kasus sebanyak 8.369 orang. Lalu apa penyebabnya ?
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan peningkatan jumlah kasus positif itu berkaitan dengan upaya pemerintah meningkatkan interoperabilitas data Covid-19. Sistem yang selama ini digunakan untuk data Covid-19 di Kementerian Kesehatan, tengah dioptimalisasi untuk mensinkronkan data pusat-daerah.
"Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada hari ini terdapat penambahan kasus yang sangat signifikan, yaitu sebesar 8.369 kasus. Angka yang sangat tinggi ini salah satunya disebabkan karena sistem yang belum optimal," kata Wiku.
Sebagai contoh, perbedaan data terdapat di beberapa provinsi, seperti di Papua. Papua melaporkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.755 kasus. Yang mana jumlah itu merupakan akumulasi penambahan kasus positif sejak tanggal 19 November hingga 3 Desember 2020.
"Kepada Pemerintah daerah yang masih memiliki perbedaan data, kami himbau untuk melakukan konsolidasi data secara langsung dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesegera mungkin," imbuh Wiku.
Update covid-19 Nasional
Sementara update informasi kasus covid-19 dari 505 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Jumat 4 Desember 2020 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah :
Pasien positif + 5.803 jumlah total 563.680 orang
Pasien sembuh + 3.625 jumlah total 466.178 orang
Pasien meninggal + 124 jumlah total 17.479 orang
Update covid-19 di DKI
Sementara update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Jumat 4 Desember 2020. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah :
Pasien Positif + 1.032 jumlah total 141.270 orang
Pasien Meninggal + 23 jumlah total 2.757 orang
Pasien sembuh + 915 jumlah total 128.051 orang
Pasien dirawat + 176 jumlah total 2.389 orang
Isolasi mandiri - 82 jumlah total 8.073 orang
Foto : Jaga Jarak Biar Selamat
Kembali Prof. Wiku Adisasmito yang juga ahli epidemiologi universitas Indonesia menegaskan,virus covid-19 sangat jahat dan proses penularannya cepat, apalagi dalam jarak dekat. Bahkan, sampai saat ini belum dapat diprediksi kapan wabah virus covid-19 akan berakhir.
Dia mengingatkan, agar semua pihak harus tetap disiplin menerapkan 3M atau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.
0 son