Senin, 22 Februari 2021 16:33:10

Bohong ! Vaksin Covid Picu Kanker & HIV, Total Positif 1.288.833 Sembuh 1.096.994 Meninggal 34.691

Bohong ! Vaksin Covid Picu Kanker & HIV, Total Positif 1.288.833 Sembuh 1.096.994 Meninggal 34.691

Beritabatavia.com - Berita tentang Bohong ! Vaksin Covid Picu Kanker & HIV, Total Positif 1.288.833 Sembuh 1.096.994 Meninggal 34.691

Satgas Penanganan Covid-19 memastikan gambar dan narasi setelah vaksin kasus HIV dan kanker akan meledak yang diunggah sebuah akun Istagram adalah ...

Bohong ! Vaksin Covid Picu Kanker & HIV, Total Positif 1.288.833 Sembuh 1.096.994 Meninggal 34.691 Ist.
Beritabatavia.com -

Satgas Penanganan Covid-19 memastikan gambar dan narasi setelah vaksin kasus HIV dan kanker akan meledak yang diunggah sebuah akun Istagram adalah bohong dan menyesatkan. Sebab, belum pernah ada laporan vaksin flu menyebakan infeksi HIV maupun kanker.  Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa vaksin flu dan bahan kimia yang terkandung di dalamnya aman.

Dilansir dari Health Line, selama setengah abad terakhir, jutaan orang telah mendapatkan vaksin flu. Namun, sangat sedikit orang yang mengalami masalah serius. Efek samping dari vaksin flu kebanyakan ringan. Orang yang telah mendapatkan vaksin ini biasanya melaporkan gejala seperti nyeri, kemerahan, dan bengkak pada kulit di sekitar tempat suntikan, demam, kelelahan, dan sakit kepala.

Beberapa penyakit dan gangguan yang tercantum dalam diagram pada unggahan akun Instagram di atas tidak disebabkan atau berkaitan dengan vaksin flu. Berikut ini penjelasannya:

Sekitar 40 persen kasus kanker disebabkan oleh virus. Virus yang dikenal luas terkait kanker adalah virus hepatitis B dan C, yang bisa menyebabkan kanker hati dan human papilloma virus (HPV), lalu memicu kanker serviks. Namun, kasusnya hanya 10 atau 20 persen. Penyebab kanker lainnya adalah sering mengkonsumsi daging olahan, menghirup udara berpolusi, dan stres.

Dikutip dari situs resmi Preventive Medicine Cancer Care (PMCC) Denver, hingga kini, belum ada penelitian yang menemukan bukti bahwa vaksin mengarah pada risiko kanker yang lebih tinggi. Menurut sebuah publikasi, selama 1955-1963, memang terdapat sebuah virus yang dikaitkan dengan vaksin polio. Virus itu dikenal sebagai SV40, yang kemungkinan terkait dengan peningkatan risiko kanker.

Justru, menurut PMCC Denver, banyak penelitian saat ini yang mulai memberikan bukti bahwa vaksin bisa bermanfaat dalam menurunkan risiko kanker. Alasan utama di balik ini adalah karena ada virus tertentu yang diketahui menyebabkan perubahan pada DNA tubuh manusia (seperti HPV).

Dikutip dari situs kesehatan Alodokter, AIDS disebabkan oleh virus HIV. Virus HIV yang masuk ke tubuh akan menghancurkan sel CD4. Sel CD4 adalah bagian dari sel darah putih yang melawan infeksi. Semakin sedikit sel CD4 dalam tubuh, semakin lemah sistem kekebalan tubuh seseorang. Infeksi HIV terjadi saat darah, sperma, atau cairan vagina dari pengidap masuk ke dalam tubuh orang lain.

Pada Desember 2020 lalu, memang sempat beredar klaim bahwa uji coba salah satu vaksin Covid-19 di Australia telah membuat para relawan positif terinfeksi HIV. Namun, menurut verifikasi Reuters, klaim ini keliru. Vaksin yang dimaksud adalah vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi CSL dan University of Queensland, Australia.

CSL mengatakan “kandidat vaksin tidak mengandung virus HIV dan tidak ada kemungkinan dapat menyebabkan HIV”. Tes lanjutan pun menunjukkan tidak ada virus HIV di tubuh para relawan. Sementara dikutip dari laporan Live Science, tidak ada cara bagi vaksin untuk menyebabkan infeksi HIV, karena mengandung fragmen protein yang tidak berbahaya.

Update Covid-19 Nasional

Sementara update informasi kasus covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah  Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Senin 22 Februari 2021 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

Pasien positif         +   10.180 jumlah total  1.288.833 orang
Pasien sembuh       +    9.918 jumlah total  1.096.994 orang
Pasien meninggal   +       202 jumlah total       34.691 orang

Update covid-19 di DKI

Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Senin 22 Februari 2021. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

Pasien Positif            +       2.471 jumlah total   331.094 orang
Pasien Meninggal      +            34 jumlah total      5.206 orang
Pasien sembuh         +        2.336 jumlah total  312.748 orang
Pasien dirawat          -           290 jumlah total      5.612 orang
Isolasi mandiri          +           391 jumlah total      7.528 orang

situasicovid

Foto : Situasi Covid-19 di Indonesia periode 21 Februari 2021

Prof. Wiku Adisasmito mengingatkan semua pihak khususnya pemerintah daerah agar konsisten dan lebih maksimal menerapkan kebijakan PPKM. Serta meminta seluruh warga yang telah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan 3M dengan ketat, agar dapat memberikan perlindungan yang optimal.

Sebab, Prof Wiku Adisasmito yang juga epidemiolog Universitas Indonesia ini  mengatakan, upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran dan penularan virus covid-19 akan efektif bila disertai dukungan dari masyarakat dengan cara tetap displin menjalankan prokes 3M. Kepatuhan adalah modal dalam meningkatkan produktivitas masyarakat yang aman Covid-19. 0 son

Berita Lainnya
Rabu, 24 Februari 2021
Selasa, 23 Februari 2021
Senin, 22 Februari 2021
Minggu, 21 Februari 2021
Sabtu, 20 Februari 2021
Jumat, 19 Februari 2021
Kamis, 18 Februari 2021
Rabu, 17 Februari 2021
Selasa, 16 Februari 2021
Senin, 15 Februari 2021
Minggu, 14 Februari 2021
Sabtu, 13 Februari 2021