Beritabatavia.com -
Kabar vaksin Sinovac mandiri seharga Rp 600 ribu terus bergulir. Informasi beredar di media sosial (medsos) menyebutkan, vaksin Covid-19 produksi Sinovac mandiri bekerjasama dengan Polar Clinic Surabaya dan didukung oleh Kadin, Asproksi serta Dinkes, bertempat di Kadin Surabaya, bisa didapatkan dengan membayar Rp600 ribu.
Informasi itu sontak membuat pihak Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berang. Koordinator komunikasi publik KPCPEN, Arya Sinulingga, secara tegas membantah dan memastikan tidak benar informasi seperti itu. Bahkan Arya menuding informasi tersebut hoaks. Dia meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi yang sumbernya tidak jelas.
Dia meminta agar masyarakat hati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi, seperti postingan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting. Apalagi pemerintah telah memastikan bahwa vaksinasi dilaksanakan tanpa dipungut bayaran alias gratis.
"Pemerintah sejauh ini melarang pemberian Vaksin Sinovac dilakukan secara mandiri," kata juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.
Sementara juru bicara Satgas Penanganan Covid-19,Prof Wiku Adisasmito, mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya sebagai solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan vaksinasi.
"Salah satu contoh penanggulangan yang telah dilakukan adalah dengan memberikan kemudahan pada lansia peserta vaksin agar dapat memperoleh vaksin dosis kedua di fasilitas kesehatan terdekat walaupun lokasi vaksinasi pertamanya berbeda," kata Prof Wiku.
Pemerintah juga terus berupaya agar program vaksinasi ini dapat selesai sesuai dengan waktu atau time line yang sudah ditetapkan. Untuk itu pemerintah menetapkan jadwal dan prioritas vaksinasi sebagai bagian dari upaya maksimal menyelesaikan rencana ini.
"Pemerintah juga berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi ini," jelas Wiku.
Update covid-19 di DKI
Sementara update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Sabtu 10 April 2021. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:
Pasien Positif + 977 Jumlah total 391.567 orang
Pasien Meninggal + 11 jumlah total 6.435 orang
Pasien sembuh + 838 jumlah total 377.797 orang
Pasien dirawat - 82 jumlah total 3.619 orang
Isolasi mandiri + 210 jumlah total 3.716 orang
Update Covid-19 Nasional
Sedangkan update informasi kasus covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Sabtu 10 April 2021 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:
Pasien positif + 4.723 jumlah total 1.562.868 orang
Pasien sembuh + 3.629 jumlah total 1.409.288 orang
Pasien meninggal + 95 jumlah total 42.433 orang
Foto : Situasi Covid-19 di Indonesia periode 9 April 2021
Prof. Wiku Adisasmito yang juga epidemiolog Universitas Indonesia, mengingatkan, agar semua pihak khususnya pemerintah daerah tetap konsisten dan maksimal menerapkan kebijakan PPKM. Sedangkan warga yang telah divaksin harus tetap menerapkan protokol kesehatan 3M dengan ketat, agar dapat memberikan perlindungan yang optimal.
Menurutnya, upaya pemerintah memutus rantai penyebaran dan penularan virus covid-19 akan efektif bila disertai dukungan dari masyarakat dengan cara tetap displin menjalankan Prokes 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau menghindari kerumunan.
0 son