Sabtu, 01 Mei 2021 09:52:20

GMKI: Pemerintah Jangan Gegabah Soal KKB Papua

GMKI: Pemerintah Jangan Gegabah Soal KKB Papua

Beritabatavia.com - Berita tentang GMKI: Pemerintah Jangan Gegabah Soal KKB Papua

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meminta pemerintah jangan terlalu gegabah dan reaksioner menyikapi gugurnya Kepala Badan Inteljen ...

GMKI: Pemerintah Jangan Gegabah Soal KKB Papua Ist.
Beritabatavia.com -

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) meminta pemerintah jangan terlalu gegabah dan reaksioner menyikapi gugurnya Kepala Badan Inteljen Negara (BIN) Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha akibat tertembak kelompok kriminal bersenjata(KKB).

Pengurus Pusat GMKI menilai, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bahwa KKB di Papua dikategorikan sebagai teroris merupakan sikap yang terlalu gegabah dan reaksioner sehingga dapat memunculkan multi tafsir. Apalagi masyarakat Papua juga adalah bagian kesatuan dari Republik Indonesia yang harus dilindungi oleh negara.

"Narasi itu bisa saja multi tafsir dan penggunaan diksi terorisme tidak akan menurunkan eskalasi konflik di Papua, hal itu hanya akan menghasilkan ketegangan baru," kata ketua umum PP GMKI, Jefri Gultom, dalam keterangan persnya Sabtu (1/5/2021).

Bahkan GMKI juga menyindir Mahfud, selaku Menkopolhukam agar fokus pada isu ketenagakerjaan, karena dalam penerapan Omnibus Law banyak menyengsarakan buruh di Indonesia.

"Iya pak Mahfud fokus saja pada Omnibus Law, karena kita saat ini memasuki hari buruh internasional,"terang Jefri.

Mengatasi persoalan di Papua, lanjut Jefri, GMKI meminta kepada pemerintah menggunakan pendekatan Peace Building, agar terjadi perdamaian yang berkelanjutan di tanah Papua, sehingga konflik bersenjata di Papua dapat teratasi.

Menurut dia, lewat pendekatan tersebut, GMKI berharap negara dan pemerintah maupun aparat keamanan menunjukkan wajah yang humanis bagi masyarakat Papua khususnya.  

Selain itu, kata Jefri, pemerintah harus berani membuka ruang dialog dengan pendekatan kultural yang melibatkan para tokoh adat, tokoh gereja, maupun seluruh komponen masyarakat dalam membangun wacana perdamaian di tanah Papua.

"Kami minta pemerintah gunakan pendekatan Peace Building, agar konflik di tanah Papua tidak terus berlanjut", tutur putra kelahiran Merauke ini.

Jefri mengatakan, GMKI sangat berduka atas dua peristiwa pilu, diataranya tenggelamnya kapal selam TNI AL dan tewasnya Kabinda Papua. Menurut dia, dalam kondisi yang sedang berkabung ini sangat tidak elok jika ada yang ingin memperkeruh persoalan.

Namun demikian, GMKI akan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam visi GMKI pada butir perdamaian dan kemanusiaan. "GMKI tetap menjadi barisan terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan," ujarnya.

Sebelumnya, Kabinda Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur dalam aksi kontak senjata dengan KKB Papua. Peristiwa tersebut membuat pemerintah meradang. Kemudian pemerintah lewat Menko Polhukam, Mahfud MD menuding KKB sebagai teroris.

Pernyataan Mahfud, berdasarkan ketentuan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Nah berdasarkan definisi yang dicantumkan di dalam UU Nomor 5 Tahun 2018 tersebut, maka apa yang dilakukan oleh KKB dan segala nama organisasinya dan orang-orang yang berafiliasi dengannya adalah tindakan teroris," ujar Mahfud. O ralian

Berita Lainnya
Kamis, 07 Oktober 2021
Rabu, 06 Oktober 2021
Selasa, 05 Oktober 2021
Senin, 04 Oktober 2021
Minggu, 03 Oktober 2021
Sabtu, 02 Oktober 2021
Kamis, 30 September 2021
Rabu, 29 September 2021
Selasa, 28 September 2021
Senin, 27 September 2021
Minggu, 26 September 2021
Sabtu, 25 September 2021