Senin, 06 September 2021 11:55:17

Disebut 'Predator' Kenapa Disambut Seperti Pahlawan

Disebut 'Predator' Kenapa Disambut Seperti Pahlawan

Beritabatavia.com - Berita tentang Disebut 'Predator' Kenapa Disambut Seperti Pahlawan

Biasanya pelaku pelecehan terhadap anak disebut sebagai 'Predator'. Apakah seorang predator yang baru saja selesai menjalani masa hukuman ...

Disebut 'Predator' Kenapa Disambut Seperti Pahlawan Ist.
Beritabatavia.com -

Biasanya pelaku pelecehan terhadap anak disebut sebagai 'Predator'. Apakah seorang predator yang baru saja selesai menjalani masa hukuman penjara harus disambut seperti pahlawan ? Psikolog papan atas DR Lita Gading menyesalkan penyambutan Saiful Jamil yang mendapat respon negatif dari masyarakat.

"Seharusnya kita menjaga psikologis korban dengan cara tidak menyambut pelakunya seperti pahlawan. Meskipun telah menjalani masa hukuman sebagai tanggungjawab secara hukum, tetapi pelaku pelecehan terhadap anak juga harus mendapat sanski sosial," kata Dr Lita Gading.

Menurut Lita Gading, penyambutan narapidana pelecehan terhadap anak potensi menimbulkan dampak yang luar biasa bagi korban. Bahkan bisa mendorong korban untuk menjadi predator dikemudian hari.

"Sebaiknya kita menjaga psikologis korban akibat perbuatan pelaku meskipun sudah menjalani proses hukum," ujar Lita Gading

Sebelumnya pedangdut Saipul Jamil resmi bebas murni dari Lapas Cipinang pada Kamis (2/9/2021). Setelah mendapat remisi sebanyak 30 bulan dari dua kasus yang menjeratnya, yaitu kasus penyuapan dan pencabulan. Sayangnya, kebebasan narapidana Saipul Jamil disambut bagaikan pahlawan saat bebas dari LP Cipinang, Jakarta Timur. Ia dikalungi hiasan bunga dan juga dijemput mobil mewah berwarna merah mentereng.

Gayanya melambaikan tangan seperti pahlawan pulang dari medan perang. Padahal ia adalah mantan terpidana kasus pencabulan kepada korban yang psikologisnya jelas menyisakan trauma berkepanjangan.

Saiful Jamil dan pendukungnya seakan tak peduli, meskipun banyak yang mengecam aksi penyambutan tersebut. Disusul munculnya petisi boikot artis Saipul Jamil. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi psikologis korban. "Boikot Saipul Jamil Mantan Narapidana Pedofilia Tampil di Televisi Nasional dan YouTube" di situs change.org.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, mengatakan, kemunculan petisi merupakan bentuk dari tingginya kesadaran publik untuk berpihak pada korban.

"Ini alarm positif untuk perlindungan anak di masa depan. Pesan kita adalah bagaimana setiap informasi publik yang disaksikan oleh anak-anak tidak mengandung konten-konten negatif," kata Jasra secara tertulis, Senin (6/9/2021).

Jasra menjelaskan, setiap korban kekerasan terhadap anak termasuk pelecehan seksual membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa kembali pulih dari trauma. Karenanya, pendampingan secara tuntas menjadi kunci anak-anak Kembali kepada situasi sosial yang normal.

"Kendatipun usia korban saat ini sudah melewati usia anak di atas (18 tahun), namun penyembuhan dari trauma korban pencabulan membutuhkan waktu yang cukup lama," katanya.

Jasra melihat, kasus Saipul Jamil yang bebas dari penjara dengan ekspose penyambutan meriah akan menjadi berat bagi korban kekerasan seksualnya. Sebab hal itu berpotensi membuka kembali ingatan kejadian masa lalu yang tidak mudah dihadapi oleh korban.

"Sensitifitas dan penghormatan terhadap korban perlu dilakukan dalam menjaga penyembuhan trauma yang mendalam agar bisa dilalui secara baik," ujarnya. O son

Berita Lainnya
Senin, 23 Agustus 2021
Senin, 23 Agustus 2021
Minggu, 08 Agustus 2021
Kamis, 05 Agustus 2021
Kamis, 29 Juli 2021
Kamis, 29 Juli 2021
Minggu, 18 Juli 2021
Rabu, 14 Juli 2021
Rabu, 30 Juni 2021
Senin, 28 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021
Sabtu, 19 Juni 2021